::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::  Kuliah Plus Ngaji? Ke UNSIQ Wonosobo aja, -Memadukan mutiara luhur tradisi pesantren dan keunggulan Universitas Modern- Kunjungi http//:pmb.unsiq.ac.id. 081391983830 (Latu Menur Cahyadi)::: 

Takziyah Abuya Saifuddin, Habib Ali Ingatkan Kematian dan Persaudaraan

Kamis, 19 Juli 2018 14:00 Nasional

Bagikan

Takziyah Abuya Saifuddin, Habib Ali Ingatkan Kematian dan Persaudaraan
Jakarta, NU Online
Berita duka menyelimuti langit ibu kota. Ulama besar KH Saifuddin Amsir berpulang kepada-Nya pada Kamis (18/7) dinihari di Rumah Sakit Omni, Jakarta.


Habib Ali bin Abdurrahman Assegaf, saat memberikan kalimat takziyah, mengingatkan para pelayat bahwa manusia adalah milik-Nya dan akan kembali kepada-Nya.

"Suatu saat kita akan mengalami suatu masa di mana masa itu adalah masa yang sekarang saudara berkumpul karena ini, semua kita akan kembali. Kita milik allah dan hanya kepadaNya kita kembali," katanya saat memberikan kalimat takziyah di Masjid Al-Ikhlas, Jalan Harapan Baru, Cipinang Melayu, Jakarta Timur.

Oleh karena itu, ia mengajak semuanya untuk tetap bersatu dan bersaudara.

"Karena itu jadilah hamba Allah yg bersaudara bukan karena A dan B. Kunuu ibadallahi ikhwana," ujarnya dengan sesenggukan.

Lebih lanjut, Habib Ali menegaskan agar tidak ada lagi alasa untuk berpecah belah. Pasalnya, sesama muslim sudah digariskan sebagai saudara.

"Tidak ada lagi alasan untuk kita berpecah belah. Almuslimu akhul muslim," pungkasnya.

Abuya Saifuddin, sapaan akrabnya, diistirahatkan di dekat Ma'had Zawiyah, sebuah lembaga pendidikan tinggi yang ia dirikan sekitar 150 meter dari kediamannya di Jalan Budi Harapan, Cipinang Melayu, Jakarta Timur. Sebelumnya, ribuan orang memenuhi Masjid Al-Ikhlas guna menshalatkannya. (Syakir NF/Abdullah Alawi)