::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Pengurus Masjid Diingatkan Tidak Kecolongan Paham Radikal

Kamis, 26 Juli 2018 13:30 Daerah

Bagikan

Pengurus Masjid Diingatkan Tidak Kecolongan Paham Radikal
Pengurus DMI Kabupaten Pringsewu
Pringsewu, NU Online
Selain komitmen untuk memakmurkan masjid, saat ini seluruh elemen umat Islam juga harus menjaga keberadaan masjid agar tidak menjadi tempat tumbuh suburnya paham radikal yang berdasarkan survey telah menguasai beberapa masjid di Indonesia.

Diperlukan kemauan yang sungguh-sungguh dari jamaah, pengurus, dan segenap elemen untuk bergandengan tangan membersihkan paham radikal yang memanfaatkan masjid sebagai tempat untuk menebarkan pahamnya.

Hal ini diingatkan Ketua Pengurus Wilayah Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Lampung, H Kherlani saat melantik Pengurus Daerah DMI Kabupaten Pringsewu periode 2017-2022 di aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pringsewu, Kamis (26/7).

"Paham radikal itu tidak menerima 4 pilar (Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI dan UDD 1945) dan menganggap dirinya yang paling benar dan yang lain salah. Padahal Islam itu rahmat untuk semua manusia. Jadi harus menerima perbedaan," katanya.

Kherlani juga mengungkapkan bahwa para penganut paham radikal ini membungkus misinya atas nama agama dengan istilah Jihad fi sabilillah. Padahal Jihad memiliki makna luas dan juga tidak merugikan orang lain.

"Berkhidmat maksimal di ormas seperti DMI, menghidupkan pendidikan di masjid dan sejenisnya juga termasuk jihad," tegasnya.

Kondisi ini menuntut para pengurus masjid untuk senantiasa peka terhadap perkembangan paham keagamaan yang saat ini bermunculan dengan berbagai pemahaman yang radikal.

"Pengurus Masjid jangan sampai kecolongan dan jika ada gejala paham-paham radikal dan sudah mengarah kepada terorisme agar segera berkoordinasi dengan aparat berwenang untuk ditangani secepatnya," pesannya.

Selain itu, kepada segenap pengurus DMI, Kherlani juga berpesan untuk mengedepankan keikhlasan dalam berkhidmah di organisasi kemasyarakatan yang khusus bergerak untuk memakmurkan masjid ini.

"Menjadi pengurus DMI siap untuk tidak mendapatkan manfaat pribadi dalam bentuk materi malah sebaliknya akan mengeluarkan materi dalam berkhidmah di DMI," katanya pada pelantikan yang mengangkat tema Meneguhkan Semangat Memakmurkan Masjid dan Dimakmurkan Masjid.

Sementara dalam sambutannya, Wakil Bupati Pringsewu H Fauzi berharap kepengurusan DMI Kabupaten Pringsewu terus bersinergi dengan Pemerintah Daerah dalam menjalankan semua program kerjanya. Ia berpesan DMI Pringsewu mampu memaksimalkan peran masjid untuk kemakmuran umat.

"Kita berharap masjid mampu menjadi pusat edukasi, kesehatan dan pengembangan potensi masyarakat seperti keterampilan dan kepemudaan sesuai dengan tema pelantikan kali ini Meneguhkan Semangat Memakmurkan Masjid dan Dimakmurkan Masjid," harapnya.

Adapun susunan Pengurus Harian Dewan Masjid Indonesia Kabupaten Pringsewu periode 2017-2022 terdiri dari: Ketua : Junaidi Siradj, Wakil Ketua : H.Munawir, H. Nasruddin, M. Fauzan, Sekretaris : Junaidi Abas, Wakil Sekretaris : Winson Wiyawan, Muhammad Faizin, Oki Herawan Saputra, Bendahara: Ahmad Syafiuddin, dan Wakil Bendahara: M. Zainuddin.

Bidang-bidang yang ada terdiri dari 8 bidang yang meliputi Bidang Pemberdayaan Organisasi dan Pengembangan SDM, Bidang Dakwah dan Pengkajian Islam, Bidang Sarana, Hukum dan Wakaf, Bidang Kesehatan Lingkungan Hidup dan Kepemudaan, Bidang Pengembangan Ekonomi Umat, Bidang Pengembangan Potensi Perempuan, Anak dan Remaja, Bidang Sosial Kemasyarakatan dan Kesejahteraan Umat, Bidang Kominfo dan Hubungan Antar Lembaga. (Muhammad Faizin)