::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Mahasiswa Unwaha Jombang Ajak Meriahkan Tempat Ibadah

Jumat, 27 Juli 2018 20:30 Daerah

Bagikan

Mahasiswa Unwaha Jombang Ajak Meriahkan Tempat Ibadah
 Jombang, NU Online
Mahasiswa Universitas KH Abdul Wahab Hasbullah (Unwaha) Tambakberas mengajak pemuda Desa Pakel, Bareng, Jombang, Jawa Timur meramaikan masjid dengan kegiatan positif. Pemuda diharapkan menjadi garda terdepan dalam setiap kegiatan masyarakat.

"Kita mengajak para pemuda untuk aktif di masjid karena mereka punya tenaga dan waktu, juga semangat,” kata M Rofi’ul, Jumat (27/7). 

Dirinya berharap ke depan masjid dijadikan pusat belajar dan kegiatan positif. “Ini antisipasi masjid digunakan kelompok radikal," ungkap ketua pelaksana kegiatan ini.

Rofi mengatakan dalam proses mengajak pemuda setempat tidak hanya manis di mulut. Tapi pihaknya akan mendampingi pemuda-pemudi dalam berbagai kegiatan selama sebulan lebih. Namun sebelumnya, pihaknya meminta izin kepada pihak desa dan takmir masjid setempat.

Selama sebulan mahasiswa Unwaha secara bergantian akan mendatangi masjid dan diskusi bersama para pemuda. Beberapa kegiatan yang sudah mulai tertata rapi dalam beberapa hari ini yaitu bersih-bersih masjid dan Taman Pendidikan Al Quran (TPQ) serta gerakan shalat jamaah. 

"Desa Pakel ini bisa dikatakan desa binaan kita. Selama sebulan akan kawal terus kegiatan di masjid sini. Selanjutnya kita kawal dari jauh,” ungkapnya. 

Hasilnya, baru beberapa hari kegairahan terlihat dan berjalan teratur. “Semoga bisa istikamah dan pemuda-pemudi di sini banyak yang ikut kegiatan masjid,” harapnya. Karena kalau pemuda tidak mau mengurusi masjid, maka nanti akan diambil kaum intoleran, lanjutnya.

Ia menjelaskan inisiatif menghidupkan masjid ini muncul dari diskusi bersama teman kuliahnya beberapa waktu lalu. Hal lain yang mendorong yaitu keinginan mengabdikan diri sebelum wisuda dilaksanakan tahun depan. 

Selain itu, Rofi dan teman-temannya juga merasa prihatin banyak masjid yang kurang terawat dan sepi kegiatan. Masjid didatangi hanya saat shalat fardlu, setelah itu praktis seperti kuburan karena sepi. 

“Bahayanya efek dari sepi tersebut akhirnya masjid diambil oleh kelompok garis keras. Mereka menawarkan Islam keras dan kaku. Akibatnya masyarakat bertambah malas ke masjid,” sergahnya.

Di sejumlah masjid dan TPQ tersebut mereka sudah memulai mengisi dengan kegiatan positif. “Kami mengajak semua pemuda-pemudi merawat masjid dan TPQ masing-masing. Setidaknya bisa diawali dengan aktif jamaah, adzan. Karena banyak perubahan diawali dari kaum muda," pungkasnya. (Syarif Abdurrahman/Ibnu Nawawi)