::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::  Kuliah Plus Ngaji? Ke UNSIQ Wonosobo aja, -Memadukan mutiara luhur tradisi pesantren dan keunggulan Universitas Modern- Kunjungi http//:pmb.unsiq.ac.id. 081391983830 (Latu Menur Cahyadi)::: 

Ketua NU Lampung: Muharik Masjid Jangan Mudah Sebarkan Hoaks

Ahad, 29 Juli 2018 15:00 Daerah

Bagikan

Ketua NU Lampung: Muharik Masjid Jangan Mudah Sebarkan Hoaks
Silaturahmi Muharik Masjid PCNU Kota Bandarlampung
Bandarlampung, NU Online
Bertempat di Pondok Pesantren Mahmudah Bandar Lampung, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Bandar menggelar Silaturahmi Muharrik Masjid dan Dakwah dengan mengangkat tema Nahdlatul Ulama Mengawal Perubahan, Ahad (29/7).

Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Lampung, KH Mohammad Mukri yang hadir pada acara tersebut menyampaikan pesan khusus kepada para penggerak Masjid dan Da’i Nahdlatul Ulama.

Rektor UIN Raden Intan Lampung ini mendorong agar para muharrik masjid mempunyai militansi yang kuat dalam pengelolaan dan pengembangan masjid serta dakwah di lingkungannya masing-masing. Untuk mewujudkannya, Prof Mukri, begitu ia biasa disapa, berpesan tiga hal yang perlu dilakukan para muharrik dan da’i Nahdlatul ulama dalam berkhidmah dan berkiprah.

Pertama, Prof Mukri berpesan agar para muharrik masjid harus memiliki kepercayaan diri, dedikasi, optimisme dan semangat yang tinggi dalam setiap khidmahnya.  Semua ini tertanam dalam jiwa setiap muharrik dan terlihat dalam tindakan yang dilakukannya.

“Manusia terdiri dari ruh dan jasad dan letak spirit ada di ruh. Seluruh perbuatan dan amaliyah didasari oleh spirit yang kokoh,” jelasnya.

Kedua lanjutnya, muharrik masjid harus menyebarkan energi positif dalam berkhidmat untuk masjid dan dakwah. Muharrik masjid harus mendesain terselenggaranya kegiatan yang mendorong terwujudnya perubahan dan perbaikan di tengah-tengah masyarakat.

Pesan ketiga dari Profesor bidang Ushul Fiqh ini, muharrik masjid harus mampu mencegah kemunkaran yang ada dalam masyarakat.  Apalagi era di mana manusia saat ini dengan gampangnya bisa melakukan kemunkaran di dunia nyata maupun di dunia maya.

“Dalam menghadapi berbagai pemberitaan dan broadcast di media sosial, muharrik masjid harus mampu memilah mana yang ma'ruf mana yang hoaks. Muharrik masjid jangan mudah menyebarkan berita hoaks dan fitnah yang menyesatkan dan menimbulkan keresahan masyarakat,” Prof Mukri memberi contoh.

Dengan ketiga modal ini diharapkan para muharrik masjid dan da’i di Kota Bandarlampung akan benar-benar mampu mewujudkan kemaslahatan umat di tengah tantangan yang semakin hari semakin berat. (Puji RS/ Muhammad Faizin)