::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Muslimat NU Jelaskan Penggunaan Susu Kental Manis secara Bijak

Senin, 30 Juli 2018 23:21 Nasional

Bagikan

Muslimat NU Jelaskan Penggunaan Susu Kental Manis secara Bijak
Jakarta, NU Online
Ketua VII Pimpinan Pusat Muslimat NU Hj Erna Yulia Sofihara menjelaskan bahwa kandungan gula di dalam susu kental manis (SKM) cukup tinggi. Kandungan tersebut bisa menimbulkan sejumlah penyakit jika dikonsumsi bayi dan anak-anak sebagai pengganti susu.

“Susu kental manis kandungan gulanya terlalu tinggi, sebab itu sekarang ini kan banyak baru anak-anak sudah terkena diabetes,” ujar Erna dalam kegiatan edukasi penggunaan SKM, Senin (30/7) di Aula Kemdikbud Jakarta.

Menurutnya, salah satu iklan yang saat ini sedang ramai disoroti adalah iklan dan label produk SKM yang dianggap menyesatkan dikarenakan ditampilkan sebagai minuman dan di konsumsi oleh anak-anak padahal peruntukannya adalah sebagai bahan tambahan atau topping untuk makanan dan minuman.

Sebab itu, masyarakat (orang tua) harus memiliki inisiatif mencari tahu informasi kesehatan bagi anaknya, tetapi harus menyaring dan memastikan kebenarannya agar tidak menjadi korban dari informasi seperti iklan yang menyesatkan.

“Jangan heran kalau masih muda sudah terkena diabetes dan hipertensi. Tadi sudah dijelaskan oleh pihak kementerian kesehatan bahwa 45 persen penyakit terjadi karena pola makan,” ucap Erna merujuk pada Talkshow yang juga digelar PP Muslimat NU bekerja sama dengan Yayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia (YAICI).

Pola makan yang salah, sambungnya, akan menyebabkan penyakit di kemudian hari seperti diabetes, hipertensi, dan lain sebagainya. Faktor keturunan juga ada, tetapi faktor keturunan hanya 5 persen saja.

Dalam hal ini, lanjutnya, peran Muslimat NU berusaha menyosialisasikan supaya masyarakat di bawah itu mengerti penggunaan susu kental manis. Muslimat memberikan sosialisasi yang benar bahwa SKM harus bijak penggunaannya.

“Masyarakat di bawah itu belum paham bahwa prosentase susu kental manis itu lebih banyak gulanya dan bisa menyebabkan penyakit-penyaki berbahaya,” ungkap Erna.

Tadi disebutkan bahwa jika sudah makan gula, dampaknya nutrisi-nutrisi lain susah masuk. Itulah yang kemudian hari menimbulkan penyakit-penyakit seperti stunting, dan lain-lain karena pola makan sejak kecil kurang benar.

“Inilah yang akan dilakukan Muslimat NU untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang makanan dan gizi yang harus dipenuhi seorang anak,” tandas Erna.

Acara yang juga digelar untuk memperingati Hari Gizi dan Hari Anak Nasional tersebut menghadirkan Ketua YAICI Arif Hidayat, Ketua I PP Muslimat NU Hj Sri Mulyati, Ketua II Hj Nurhayati Said Aqil Siroj, Ketua Periodik Hj Mursyidah Thahir, dan sejumlah kader Muslimat NU. (Fathoni)