::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Mbah Maimoen Pimpin Doa di Istana Malam Ini

Rabu, 01 Agustus 2018 15:10 Nasional

Bagikan

Mbah Maimoen Pimpin Doa di Istana Malam Ini
KH Maimoen Zubair
Jakarta, NU Online 
Ulama khos asal Sarang Rembang Jawa Tengah, KH Maimoen Zubair dijadwalkan akan memimpin doa di penghujung acara Dzikir dan Doa untuk Bangsa dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-73 yang akan digelar nanti malam di Istana Negara Jakarta. 

Presiden Republik Indonesia H Joko Widodo juga direncanakan akan menyampaikan amanahnya dalam acara yang dihadiri oleh seribu kiai, ulama dan habaib ini. Acara yang digelar oleh Pengurus Besar Majlis Dzikir Hubbul Wathon (PB MDHW) ini juga dihadiri oleh dua ribu jamaah dari berbagai majelis taklim.

(Baca: Sekjen MDHW: Keragaman adalah Sumber Kekuatan Bangsa)

Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang juga Ketua Umum Majlis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma'ruf Amin juga dijadwalkan menyampaikan sambutan. 

Selain Mbah Maimoen, sapaan akrab KH Maimoen Zubair, dzikir juga akan dipimpin oleh KH Miftahul Akhyar dan Habib Ahmad bin Idrus Al-Habsy serta para kyai dan habaib lainnya.  

"Selain para ulama dari NU, turut memipin doa adalah Bapak Imam Addaroquthni dari perwakilan ormas Muhammadiyah," tutur Sekjend PB MDHW KH Hery Haryanto Azumi, Rabu (1/8). 


(Baca: MDHW: Keamanan Pondasi Utama Dakwah)

Menurut Heri, keterlibatan banyak ulama lintas ormas menunjukkan kecintaan para ulama kepada Presiden Joko Widodo. Demikian pun sebaliknya, Presiden Joko Widodo menunjukkan respek yang sangat hangat dengan menerima para ulama di Istana Negara untuk berdzikir dan berdoa bersama. 

"Dzikir dan Doa Bersama untuk Bangsa ini merupakan cerminan keharmonisan ulama dan umara dari Aceh hingga Papua dalam mengisi dan mensyukuri nikmat kemerdekaan," tandas Heri. (Red: Kendi Setiawan)