::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::  Kuliah Plus Ngaji? Ke UNSIQ Wonosobo aja, -Memadukan mutiara luhur tradisi pesantren dan keunggulan Universitas Modern- Kunjungi http//:pmb.unsiq.ac.id. 081391983830 (Latu Menur Cahyadi)::: 

Gus Mus Imbau Nahdliyin Tidak Galaukan Pilpres

Kamis, 09 Agustus 2018 17:45 Nasional

Bagikan

Gus Mus Imbau Nahdliyin Tidak Galaukan Pilpres
Jakarta, NU Online
Hari-hari ini dunia perpolitikan semakin ramai dibahas. Tak terkecuali oleh kalangan Nahdliyin. Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ahmad Mustofa Bisri mengingatkan agar nahdliyin tidak perlu galau.

"Maka warga NU, terutama yang menjadi pengurus NU tidak perlu ikut galau dan pusing menghadapi tahun politik dewasa ini, termasuk menghadapi Pilpres dan Pileg," tulisnya pada keterangan gambar yang baru saja diunggah oleh pemilik akun Instagram @s.kakung pada Kamis (9/8).

Hal itu mengingat NU bukan partai politik dan tidak terikat dengan partai politik manapun.

"NU bukan partai politik secara organisatoris. Tidak terikat dengan organisasi politik," katanya.

Lebih lanjut, Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Leteh, Rembang, Jawa Tengah itu meyakinkan Nahdliyin dengan tiga pedoman warga NU, yakni qanun asasi, Khittah NU, dan pedoman berpolitik warga NU. "Tinggal baca," imbuhnya.

Gus Mus mengakhiri keterangannya itu dengan ajakan berdoa agar Allah memberikan pemimpin yang amanah, takut kepada Tuhan, dan belas kasih kepada rakyat.

"Selebihnya kita memohon saja kepada Allah Al-Mu'izzul Mudzill, agar kita diberi pemimpin-pemimpin yang amanah, yang takut kepada-Nya, dan memiliki belas kasih kepada rakyat mereka," imbaunya.

Sebelumnya, kiai yang pernah mengenyam studi di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir itu mengingatkan agar para pengurus NU bersikap hati-hati dalam menyampaikan pernyataan, terutama terkait politik praktis. (Syakir NF/Ibnu Nawawi)