::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Dipinang Jokowi, Ini Target Pembangunan Kiai Ma'ruf Amin

Kamis, 09 Agustus 2018 21:00 Nasional

Bagikan

Dipinang Jokowi, Ini Target Pembangunan Kiai Ma'ruf Amin
KH Ma'ruf Amin konferensi pers di Gedung PBNU, Kamis (9/8)
Jakarta, NU Online
KH Ma’ruf Amin mengatakan pihaknya akan berfokus pada penguatan ekonomi untuk memajukan pembangunan Indonesia lima tahun ke depan. Hal itu ia sampaikan di hadapan wartawan di Gedung PBNU Kramat Raya Jakarta Pusat, Kamis (9/8) malam usai Joko Widodo (Jokowi) menetapkan Kiai Ma’ruf Amin sebagai pasangannya dalam pemilihan presiden dan wakil presiden mendatang.

Penguatan ekonomi, kata Kiai Ma’ruf Amin, sifatnya bukan membuang, tetapi menguatkan yang lemah. Kemitraan antara golongan yang ekonominya lemah dan yang kuat dapat dibangun di mana pemodal yang kuat menjadi mitra usaha dengan masyarakat lemah.

“Melalui koperasi, lalu kegiatan pesantren,” kata Kiai Ma’ruf.

Kiai Said Sebut Tokoh yang Layak Jadi Cawapres

Salah satu yang dapat dilakukan, ia mencontohkan adalah penyiapan produk yang sesuai dengan potensi pertanian sekaligus dibutuhkan masyarakat, misalnya beras dan jagung.

“Tidak boleh negara ini tergantung pangannya ke luar negeri. Semuanya harus memenuhi kebutuhan, tak boleh ada import beras dan jagung,” lanjutnya.

Ia menegaskan Indonesia tidak kurang lahan dan sumber daya manusianya. “Kenapa kita tidak mampu (memenuhi kebutuhan pangan)? Ini yang harus diperkuat. Pangannya, kedaulatannya, harus kita perhatikan,” beber Kiai Ma’ruf.

Selain persoalan ekonomi dan pangan, hal berikutnya adalah pembangunan karakter bangsa dan penegakkan hukum. Menurut Kiai Ma’ruf, kedua hal itu saling berkaitan. "Jika banyak yang melanggar hukum, pembangunan karakter bangsa kita (menandakan) tidak berhasil,” ujarnya. (Kendi Setiawan)