::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::  Kuliah Plus Ngaji? Ke UNSIQ Wonosobo aja, -Memadukan mutiara luhur tradisi pesantren dan keunggulan Universitas Modern- Kunjungi http//:pmb.unsiq.ac.id. 081391983830 (Latu Menur Cahyadi)::: 

NU PEDULI GEMPA LOMBOK

PBNU Turunkan Tim ke Lokasi Korban Gempa Lombok

Jumat, 10 Agustus 2018 19:40 Nasional

Bagikan

PBNU Turunkan Tim ke Lokasi Korban Gempa Lombok
Rakor tim PBNU dengan PWNU NTB sebelum ke lokasi bencana
Mataram, NU Online
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui NU Peduli Gempa NTB hari ini Jumat (10/8) tiba di Pulau Lombok. Tim dari PBNU ini datang dalam rangka menyalurkan bantuan untuk korban gempa yang ada di Lombok Utara dan Lombok Timur.

Tampak dalam rombongan NU Peduli di antaranya Ketua PBNU Bidang Kesehatan dan Kemaslahatan Keluarga, H Syahrizal Syarif dan Ketua LPBI PBNU, M Ali Yusuf, Ketua LP Ma'arif H Arifin Junaidi.

Mereka disambut Ketua PWNU NTB didampingi Sekretaris dan Ketua PCNU se-Lombok serta Pimpinan Banom/lembaga yang ada tingkat wilayah. Tuan rumah dan rombongan lalu mengadakan rapat bersama di Kantor PWNU NTB, Jalan Pendidikan Nomor 6 Kota Mataram, NTB.

Ketua PBNU H Syahrizal Syarif mengatakan PBNU saat ini telah memberikan status tanggap darurat bencana di Lombok sampai tanggal 20 Agustus mendatang. "Setelah itu lalu masuk dalam tahap rehabilitasi selama enam bulan ke depan," ujarnya.

Tanggap darurat menurutnya adalah di mana bantuan bersifat kebutuhan mendasar seperti konsumi sehari-hari termasuk kebutuhan popok bayi, pembalut perempuan dan lain sebagainya.

Ia juga menyampaikan bahwa saat ini PBNU telah memiliki instrumen yang lengkap termasuk juga adanya LAZISNU yang fokus pada penggalan dana khususnya untuk bantuan korban gempa di Lombok.

Sementara Ketua LPBINU, M Ali Yusuf meminta agar tim daerah kerja berbasis data, karena kerja tanpa data kurang mendatangakan manfaat yang besar. Contohnya masyarakat sudah cukup air tapi tim atau relawan masih membawakan air.

Ia juga meminta agar pos-pos tanggap darurat dipetakan agar koordinasi dan komunikasi berjalan maksimal. "Di samping itu juga sinergi dengan stakeholder juga penting," jelasnya. (Hadi/Muiz)