::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

LAZISNU Minta PCNU Tegur Ranting dan MWCNU yang Tak Setor

Sabtu, 11 Agustus 2018 00:00 Daerah

Bagikan

LAZISNU Minta PCNU Tegur Ranting dan MWCNU yang Tak Setor
Ketua LAZISNU Jombang, Ahmad Zainudin
Jombang, NU Online
Direktur Pengurus Cabang (PC) Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Jombang Ahmad Zainudin memandang perlu PCNU keluarkan surat teguran untuk Pengurus Ranting (PR) NU dan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) yang diketahui tak setor ianah.

Perihal ini menyusul diketahuinya sebagian dari pengurus ranting yang tak setor ianah. Ianah yang harus disetorkan ke MWCNU dan atau ke PCNU merupakan hasil Kaleng Sedekah yang dibagikan PC LAZISNU Jombang kepada mereka sesuai ketentuan-ketentuan yang sudah disepakati sebelumnya.

"Kami berharap PCNU memberikan surat teguran kepada MWC/Ranting yang sudah punya UPZIS dan melaksanakan program Kaleng Sedekah tapi belum pernah setor ianah," katanya, Kamis (9/8).

Pria yang kerap disapa Gok Din ini membeberkan, tak lama ini dirinya mengetahui ada salah satu PRNU di Jombang yang belum mau menyetorkan ianahnya. "Alasannya bukan UPZIS LAZISNU," ujar dia.

Gok Din menambahkan, perihal harapannya kepada PCNU Jombang agar mengeluarkan surat teguran khususnya bagi PRNU dan MWCNU yang enggan menyetorkan ianahnya sudah pernah disampaikan saat kegiatan Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) ke-2 PCNU Jombang beberapa hari lalu.

"Seperti yang saya sampaikan di Musker kemarin juga," ucapnya.

Menanggapi hal ini, Wakil Bendahara PCNU Jombang Muhyiddin Zainul Arifin mengatakan, perlu ada rapat koordinasi antara internal pengurus ranting juga MWCNU. Sehingga akan lebih terkoordinir untuk selanjutnya.

"Perlu dirapatkan mendatang, setahun ini belum ada dana masuk ke Bendahara PCNU yang berasal dari 5% koin kaleng (Kaleng Sedekah). Padahal kaleng sudah beredar lebih dari 10.000," ungkapnya. (Syamsul Arifin/Muiz)