::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::  Kuliah Plus Ngaji? Ke UNSIQ Wonosobo aja, -Memadukan mutiara luhur tradisi pesantren dan keunggulan Universitas Modern- Kunjungi http//:pmb.unsiq.ac.id. 081391983830 (Latu Menur Cahyadi)::: 

Gus Ong: Ruqyah Aswaja Tidak Membuat Kesurupan

Senin, 13 Agustus 2018 02:00 Daerah

Bagikan

Gus Ong: Ruqyah Aswaja Tidak Membuat Kesurupan
Surabaya, NU Online
Pola pikir masyarakat sudah terpengaruhi tontonan telivisi. Salah satu televisi nasional selalu menayangkan tanyangan ruqyah yang mendatangkan jin atau membuat orang kesurupan. Sehingga banyak masyarakat menganggap aktivitas atau kegiatan ruqyah sering kali mengundang jin dan menjadikan orang kesurupan.
 
Hal itu terjadi, saat Jamiyah Ruqyah Aswaja (JRA) Surabaya mengadakan Ruqyah Massal (Ruqmas) di Mushala Baitul Maksum Sidotopo Wetan Surabaya. Acara yang dihadiri mayoritas orang tua ini dan dari semua kalangan ini, sebelum masuk ke mushala sudah terdengar bisik-bisik atau kegelisahan masyarakat bahwa ruqyah ini membuat orang kesurupan.
 
Mendengar hal itu, Gus Mafrohul Walidain Ketua JRA Surabaya sengaja memperjelas dan bertanya kepada para jamaah, apa itu ruqyah. Dengan kompak mereka mengatakan ruqyah itu kesurupan dan mistis seperti yang di televisi.
 
Dengan bijak, pria yang akrab disapa Gus Ong itu membenarkan apa yang ada di telivisi, namun itu hanya hiburan. "Itu sudah masuk ranah hiburan bukan pengobatan," tegas Gus Ong di depan ratusan jamaah Mushalla Baitul Maksum (12/8).
 
Gus Ong memberikan definisi ruqyah dalam bahasa jawa adalah suwuk atau jampi-jampi, itu pengertian secara umum, namun Gus Ong menegaskan kalau ruqyah aswaja berbeda dengan ruqyah seperti yang lainnya.  
 
Menurut Gus Ong Ruqyah Aswaja terdapat perbedaan yang sangat jauh. "Ruqyah aswaja yang kami bawa adalah ruqyah menggunakan Al-Quran sebagai media utama atau obat utama, baik penyakit medis atau nonmedis," terangnya.
 
Tidak cukup hanya itu, masyarakat juga diajak menyandarkan diri kepada Allah, menyakini kesembuhan itu hanya milik Allah, bukan karena Al-Qurannya. "Al-Quran hanya sekedar media atau jalan kesembuhan sebagai mana fiman Allah 'ud'unii astajib lakum'," jelas Gus Ong.
 
Di akhir sambutannya Gus Ong mengatakan ruqyah ini bukan sekadar pengobatan penyakit jasmani, tapi juga rohani seperti suka marah, suka galau dlsb. (Rof Maulana/Abdullah Alawi)