::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Zastrouw: Dengan Bermusik, Dakwah Mudah Diterima

Senin, 13 Agustus 2018 01:00 Nasional

Bagikan

Zastrouw: Dengan Bermusik, Dakwah Mudah Diterima
Bedah buku Trilogi Musik karya santri Lirboyo
Sidoarjo, NU Online
Musik adalah suara hati, dari cerminan estetika rasa yang bersumber dari kepekaan jiwa dan kelembutan batin, bahkan juga ekspresi spirit religiusitas. Musik memiliki peranan penting dalam kegiatan ritual masyarakat, ini bisa dilihat dari sejarah peradaban manusia.

Hal tersebut diungkapkan Zastrouw Al-Ngatawi pada acara bedah buku Trilogi Musik Nuansa Musik dalam Konstruksi Fikih, Tradisi Tasawuf dan Relevansi Dakwah di Pesantren Mambaul Hikam Putat Sidoarjo. Acara yang digelar dalam rangka harlah ke 10 Buletin El Fikr ini membedah buku karya santri Lirboyo, Ahad (12/8).

Menurut Zastrouw, buku Trilogi Musik seperti taman sari yang menjadikan aneka warna bunga terkait dengan musik. Membaacanya seperti masuk taman sari dan  menyaksikan aneka keindahan pemikiran para ulama mengenai musik seperti hamparan taman bunga yang indah. 

"Sebagaimana layaknya masuk taman bunga, maka manfaat yang diperoleh akan sangat tergantung pada kapasitas dan kepentingan orang yang memasukinya," kata Zastrouw.

Dari perdebatan para ulama mengenai hukum seni musik yang ada di buku Trilogi Musik, penulis melihat bahwa seni musik bukanlah sesuatu yang memiliki hukum tetap atau hukum yang sudah pasti (qath'i). 

"Dengan demikian posisi hukum seni musik adalah debatable. Ini artinya haram halalnya seni musik bukan karena dzatnya musik itu sendiri," terang mantan Ketua Lesbumi PBNU ini.

Dikatakan, dakwah yang efektif adalah yang bisa menyentuh hati dan jiwa manusia, karena hati yang tersentuh akan lebih mudah menerima penjelasan dan kebaikan yang diajarkan oleh agama. 

"Walisongo dan ulama Nusantara berhasil memformulasikan ajaran Islam dalam berbagai syair yang kemudian disampaikan dalam bentuk nyanyian yang diiringi dengan berbagai alat musik, seperti gamelan, siter, suling, kendang dan sebagainya. Melalui cara ini para da'i berhasil menyentuh dan menggetarkan hati masyarakat Nusantara sehingga dengan sukarela menerima ajaran Islam," jelas Budayawan asal Pati Jawa Tengah ini. 

Menurut Zastrouw, efektifitas dakwah melalui musik ini berlangsung hingga saat ini. Banyak orang yang bergetar hatinya kemudian tertarik pada Islam dan terbuka pintu hidayah ketika mendengarkan musik. Misalnya lagu Insyaallah ciptaan Maher Zain dan dinyanyikan bersama dengan Fadly Padi.

"Yang lagi trend sekarang ini adalah Nisa Sabyan yang menjadi idola anak muda dan membuat generasi muda mengenal shalawat dan tergerak hatinya mencintai Islam setelah mendengat lagu-lahu Nisa Sabyan," terang pria yang kerap menggunakan blangkon ini.

Ketua Panitia Ahmad Zainul Mustofa mengatakan, acara ini digelar sebagai puncak acara Harlah Ke-10. "Selain mengundang penulis dan Zastrouw Al-Ngatawi, kami mengundang Veve Zulfikar sebagai pemantik dalam diskusi bedah buku tentang musik ini," pungkasnya. (Rof Maulana/Muiz