::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Peduli Gempa NTB, BEM Unhasy Jombang Galang Dana Sosial

Senin, 13 Agustus 2018 09:00 Daerah

Bagikan

Peduli Gempa NTB, BEM Unhasy Jombang Galang Dana Sosial
BEM Unhasy Jombang galang dana untuk Lombok
Jombang, NU Online
Musibah gempa bumi yang terjadi di Lombok Nusa Tenggara Barat beberapa waktu lalu, direspon puluhan Mahasiswa Universitas Hasyim Asy'ari (Unhasy) Tebuireng, Jombang Jawa Timur turun ke jalan untuk mengumpulkan dana sosial dari masyarakat, Ahad (12/8).

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unhasy Guntur Wahyu Kurniawan mengatakan, kegiatan ini dibawah pengawasan BEM dan diadakan di lima titik lampu merah di Kabupaten Jombang. Seperti perempatan kebon rojo Jalan KH Hasyim Asy'ari dan timur Stasiun Kereta Api Jombang atau Jalan KH Hasyim Asy'ari. Ditambah lagi di Jalan Abdurrahman Wahid (Gus Dur) atau di depan Stadion Merdeka dan lampu merah Pasar Cukir, Diwek.

"Acara ini sebagai perwujudan dari Tri Darma perguruan tinggi dan sebagai fungsi sebenarnya dari mahasiswa yang memang harus mau peduli tentang keadaan sosial masyarakat," jelasnya.

Pengumpulan dana sosial ini dimulai sejak pagi hingga siang BEM Unhasy berhasil menggumpulkan dana sebesar Rp8,5 juta. Selanjutnya dana tersebut akan diserahkan ke Lembaga Sosial Pesantren Tebuireng (LSPT) untuk disalurkan ke korban gempa NTB. 

"Aksi penggalangan dana ini akan dilanjutkan kembali pada tanggal 14 Agustus 2018 di daerah Kabupaten Jombang juga," ungkap Guntur.

Guntur menargetkan dapat mengumpulkan dana bantuan sosial diangka belasan juta rupiah. Oleh karenanya ia menghimbau pada seluruh mahasiswa Unhasy ikut berpartisipasi. Karena bencana alam yang menimpa NTB ini cukup dahsyat, ribuan rumah penduduk rusak dan ratusan nyawa melayang.

"Penderitaan mereka di Lombok sangat luar biasa, sebagai saudara sebangsa dan tanah air, seharusnya kita bantu sesuai kemampuan dengan cara menggalang dana dari masyarakat," pungkasnya. (Syarif Abdurrahman/Muiz)