::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::  Kuliah Plus Ngaji? Ke UNSIQ Wonosobo aja, -Memadukan mutiara luhur tradisi pesantren dan keunggulan Universitas Modern- Kunjungi http//:pmb.unsiq.ac.id. 081391983830 (Latu Menur Cahyadi)::: 

Menaker Dorong Orang Tua Titipkan Anak di Pesantren

Senin, 13 Agustus 2018 04:30 Nasional

Bagikan

Menaker Dorong Orang Tua Titipkan Anak di Pesantren
Bekasi, NU Online
Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri mendorong masyarakat ikut memperkuat pendidikan Islam dan memperkuat pondok pesantren. Karenanya, Menaker meminta agar para orang tua agar menitipkan pendidikan anak-anak kepada pondok pesantren.

"Jangan ragu-ragu dan khawatir dengan pesantren. Kita harus makmurkan pesantren untuk mendidik akhlak, karakter dan kemandirian anak-anak kita semua, " ujar Menaker M Hanif Dhakiri saat memberikan sambutan peringatan Haul ke-16 KH Muhammad Muhadjirin Amsar Addary Allah Yarham di Pondok Pesantren Annida Al Islamy Jl KH Mas Mansur, Bekasi, Jawa Barat, Ahad (12/8).

Menaker Hanif mengatakan harus dipastikan pesantren tetap tumbuh di Indonesia. Sebab seiring pertumbuhan pesantren maka Islam di Indonesia semakin kuat.

"Islam-nya pesantren, Islam yang bisa terus berdialog dan berjalan bersama-sama dengan nasionalisme. Itu yang penting," kata Menaker Hanif.

Dengan demikian lanjut Menaker Hanif, maka anak-anak yang dididik di pesantren akan tumbuh menjadi pribadi yang taat, beriman sekaligus cinta kepada NKRI tidak pernah hilang.

Menaker Hanif mengungkapkan untuk menghadapi tantangan di era persaingan saat ini, maka  generasi muda Islam harus menyiapkan dua hal. Pertama soal akhlak atau karakter sebagai dasar utama kepribadian. Karakter dibagi dua yakni karakter yang sifatnya moral, kejujuran terkait masalah moral. Kedua, karakter terkait kinerja. Misalnya kerja keras, disiplin, mandiri dan lain sebagainya.

"Keduanya harus dimiliki generasi muda Islam  agar tumbuh menjadi pribadi yang taat, pribadi berakhlakul karimah tapi sanggup bersaing dalam dunia yang persaingan sekarang ini," kata Menaker Hanif.

Turut hadir Walikota Bekasi terpilih Rahmat Effendi, KH Mahfudhz Asirun (Pesantren Al-Itqon), KH Syarifudin Abdul Ghoni MA (Pesantren Al Hidayah, Jakarta Barat) dan KH Aiz Muhajirin (Annida Al-Islamy) serta 2000-an jemaah. (Red: Kendi Setiawan)