::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::  Kuliah Plus Ngaji? Ke UNSIQ Wonosobo aja, -Memadukan mutiara luhur tradisi pesantren dan keunggulan Universitas Modern- Kunjungi http//:pmb.unsiq.ac.id. 081391983830 (Latu Menur Cahyadi)::: 

Inovasi Bisnis Tempe dari Pengusaha Nahdliyin

Senin, 13 Agustus 2018 08:30 Nasional

Bagikan

Inovasi Bisnis Tempe dari Pengusaha Nahdliyin
Tempe khas Arief Setyawioyga
Jakarta, NU Online
Makanan tradisional tidak luput dari naluri bisnis Arief Setyawiyoga, anggota Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) yang berhasil mengembangkan bisnis tempe. Ia meracik tempe di luar kebiasaan tempe pada umumnya dengan membuat inovasi berbagai varian rasa.

“Awalnya saya berpikir, bagaimana agar bisa membuat tempe dengan berbagai rasa sebagai langkah inovasi,” ujar Arief saat mengikuti acara halal bi halal dan harlah ke-7 HPN, Kamis (9/8) lalu di Gedung PBNU Jakarta.

Menurut pria kelahiran Tegal, Jawa Tengah ini, tantangan produk tempe dengan banyak varian rasa ini ialah bagaimana menggabungkan ragi dengan bahan dasar rasa tempe agar tempe berhasil terbentuk dan tidak rusak.

Percobaannya itu dikembangkan pada tempe jenis mendoan. Tempe khas Banyumas ini juga dikemas dengan berbagai rasa oleh Arief melalui racikan bumbu yang khas.

Lalu, karena dirinya tinggal di pesisir Serang, ia juga mencoba produk laut yaitu ikan bandeng. Namun, berbeda dengan produk pada umumnya. Ia mengemas ikan bandeng dalam bentuk sate. Sama seperti produk tempe dan mendoan, sate bandeng khas Arief juga tersedia berbagai varian rasa.

Tak hanya berhenti di produk kuliner tradisional, Arief memproduksi minuman herbal berbahan dasar jahe. Nampaknya, inovasi rasa menjadi pokok pemikiran Arief dalam mengembangkan produk-produknya.

Saat ini, Arief memiliki lapak dengan branding Warunge Aisyah dan Ginger ManIac. Warunge Aisyah untuk produk-produk tempe, mendoan, sate ikan bandeng. Adapun Ginger Maniac untuk produk minuman jahenya.

Atas inovasinya itu, Arief diganjar Museum Rekor Indonesia (MURI) untuk produk-produknya. Rekor MURI tersebut diraihnya untuk kategori: tempe dengan varian rasa terbanyak, sate bandeng dengan varian rasa terbanyak, dan tempe mendioan dengan varian rasa terbanyak.

Varian rasa yang dikembangkan Arief untuk produk tempenya ialah Spesial Cheese, Spesial Melted Cheese, Spesial Garlic, Spesial Blackpepper, Spesial Hot Chilli, Original.

Dari tempe dengan berbagai varian rasa inilah lahirlah produk baru yaitu Tempe Mendoan Aisyah dengan berbagai varian rasa, yang dibalut dengan Tepung Bumbu Aisyah.

Kemudian, ikan bandeng di tangan Arief Setyawiyoga dilahirkan berbagai varian rasa baru dari sate bandeng yang telah ada di kota Serang sehingga oleh MURI Sate Bandeng Aisyah diakui untuk mendapatkan Rekor MURI dengan kategori Sate Bandeng dengan Varian Terbanyak.

Varian Sate Bandeng Aisyah yang sudah dibuat oleh Bapak Arief Setyawiyoga adalah: Original, Spesial Rempah, Spesial Sambal Cabe Merah, Spesial Sambal Cabe Hijau.

“Varian rasa lainnya akan segera menyusul hadir untuk memenuhi keinginan pelanggan Warunge Aisyah dan Ginger Maniac,” ujar Arief.

Arief menjelaskan, proses ini tidak akan berhenti. Selain di Gedung PBNU, Warunge Aisyah dan GingerManiac juga membagi-bagi Tempe Mendoan Gratis bersamaan dengan soft launching 3 Resto dan Cafe yang ada di 3 kota yaitu: Jalan Bhayangkara Kota Serang, Banten, Jalan Caman Raya, Jatibening Bekasi, Jawa Barat, Jalan Merpati Kota Tegal, Jawa Tengah. (Fathoni)