::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::  Kuliah Plus Ngaji? Ke UNSIQ Wonosobo aja, -Memadukan mutiara luhur tradisi pesantren dan keunggulan Universitas Modern- Kunjungi http//:pmb.unsiq.ac.id. 081391983830 (Latu Menur Cahyadi)::: 

Warga Trowulan Mojokerto Rayakan HUT-RI dengan Doa Bersama

Jumat, 17 Agustus 2018 07:00 Daerah

Bagikan

Warga Trowulan Mojokerto Rayakan HUT-RI dengan Doa Bersama
Jombang, NU Online
Warga Dusun Kedungwulan, Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto menggelar acara muroojah atau doa bersama, Kamis (16/8) malam. Acara ini bertemakan "Siapa kita, Indonesia".

Kegiatan yang bertempat di gang 2 Desa Bejijong ini bertujuan mengenang jasa pahlawan yang telah gugur dalam merebut kemerdekaan dari tangan penjajah. Acara dimulai setelah solat isya berjama'ah.

Acara doa bersama yang setiap tahun dilaksanakan ini di awali dengan menyanyikan lagu "Indonesia Raya" dan lagu "Syukur". Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan membaca tahlil dan doa untuk arwah para pahlawan dan leluhur.

"Peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia merupakan bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Kita telah dikaruniai kemerdekaan setelah melalui sebuah perjuangan yang sangat panjang dan tidak kenal lelah serta mengorbankan jiwa dan raga," jelas panitia pelaksana, Mahmudi.

"tidaklah berlebihan apabila peringatan kemerdekaan juga merupakan bentuk penghormatan kita kepada para pahlawan, dengan diiringi doa, menempatkan para kusuma Bangsa tersebut sebagai syuhada dengan penuh kemuliaan di sisi-Nya," ungkap pria yang juga ketua RT 04 Dusun Kedungwulung ini.

Mahmudi menambahkan, selain doa bersama dalam rangka memperingati kemerdekaan, acara ini juga sebagai ajang mempererat tali silaturahmi antar warga. Ia juga mendoakan semoga acara seperti terus berlangsung hingga kapan pun. Biar anak muda Indonesia faham arti kemerdekaan yang hakiki.

"Warga tak perlu diingatkan berlebihan sudah sadar sendiri, mereka langsung menggelar tikar sendiri, bawa makanan dan minuman. Semau akomodasi dan logistik ditanggung bersama-sama secara iuran. Saya menyebut ini miniatur dari keberagaman Indonesia," pungkasnya. (Syarif Abdurrahman/Abdullah Alawi)