::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::  Kuliah Plus Ngaji? Ke UNSIQ Wonosobo aja, -Memadukan mutiara luhur tradisi pesantren dan keunggulan Universitas Modern- Kunjungi http//:pmb.unsiq.ac.id. 081391983830 (Latu Menur Cahyadi)::: 

KH Luqman Hakim Prihatin Bencana Dijadikan Industri Politik

Sabtu, 25 Agustus 2018 09:36 Nasional

Bagikan

KH Luqman Hakim Prihatin Bencana Dijadikan Industri Politik
KH M. Luqman Hakim (istimewa)
Jakarta, NU Online
Pengasuh Pondok Pesantren Raudhatul Muhibbin Caringin, Bogor, Jawa Barat KH M. Luqman Hakim mengungkapkan keprihatinannya terkait bencana gempa yang saat ini kerap dipolitisir. Menurutnya, sikap tersebut jauh dari nilai-nilai agama dan kemanusiaan yang seharusnya dijunjung tinggi.

“Akhir-akhir ini bencana saja dijadikan industri politik,” tutur Kiai Luqman mengungkapkan rasa prihatinnya dikutip NU Online, Sabtu (25/8) lewat twitternya.

Direktur Sufi Center Jakarta ini menyoroti para elit, pemimpin partai, dan partisan-partisan politik yang selama ini justru memperkeruh dan semakin membuat pilu dengan mempolitisasi bencana gempa, misal di gempa di Lombok.

“Pemimpin yang ksatria tidak pernah mempolitisir sebuah isu atau kejadian apa pun. Apa ini gara-gara hobi nonton kecelakaan dan musibah ya,” ucapnya.

Terkait hal ini, sebelumnya Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj juga menegaskan, musibah gempa yang menimpa masyarakat Lombok merupakan keprihatinan seluruh bangsa. Hiruk-pikuk politik dan capres-cawapres harus berhenti sejenak sehingga tidak mengalahkan persoalan bangsa.

“Kepada partai-partai politik, hiruk-pikuk membahas capres-cawapres agar berhenti sejenak. Mari memberikan perhatian kepada saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah di Lombok,” ujar Kiai Said awal bulan lalu di Kantor PBNU Jakarta.

Menurutnya, langkah utama seluruh komponen bangsa harus merapatkan barisan untuk mengatasi musibah di Lombok tersebut, sekaligus ikhlas tidak dipolitisir. “Tidak melakukan langkah-langkah politis ketika memberi bantuan,” terang Kiai Said.

Ia mengajak masyarakat untuk menunjukkan kepedulian dan ukhuwah wathaniyah sebagai saudara sebangsa dan setanah air. “Masak masyarakat luar negeri saja peduli, tetapi kita sesama saudara hanya sibuk ngurusi politik saja,” ucapanya. (Fathoni)