::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Kisah Suami Istri yang Pandai Bersyukur dan Sabar

Senin, 27 Agustus 2018 19:00 Humor

Bagikan

Kisah Suami Istri yang Pandai Bersyukur dan Sabar
Pengasuh Pondok Pesantren Al-Itqon, Gugen, Semarang KH Haris Shodaqoh berpesan agar senantiasa merawat sifat sabar dan syukur seperti para ulama terdahulu.  

"Pahala dari sabar dan syukur itu tidak terukur," kata Kiai Haris.

Kiai Haris menceritakan sebuah kisah tentang percakapan pasangan suami istri. Sang suami memiliki wajah buruk rupa sedangkan istri mempunyai paras yang menawan.

Suami   : "Dek, kalau urusan masuk surga jelas aku lebih unggul darimu."

Istri       : "Kenapa bisa begitu ?"

Suami   : "Karena aku orang yang selalu bersyukur memiliki istri secantik dirimu, Dek."

Istri        : "Ah kamu salah, Mas. Kalau urusan surga aku lebih dulu, Mas," sanggah sang istri.

Suami    : "Lha kok bisa?" tanya si suami dengan penasaran.

Istri         : "Karena aku orang tersabar di dunia, Mas, punya suami yang wajahnya enggak karu-karuan." (Khozin Muhammad)


Cerita tersebut disampaikan KH Haris Shodaqoh saat berceramah pada Haul KH Abdurrahman bin Qosidil Haq dan keluarga pada di halaman Pondok Pesantren Futuhiyyah, Mranggen, Demak sabtu (25/8).