::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::  Kuliah Plus Ngaji? Ke UNSIQ Wonosobo aja, -Memadukan mutiara luhur tradisi pesantren dan keunggulan Universitas Modern- Kunjungi http//:pmb.unsiq.ac.id. 081391983830 (Latu Menur Cahyadi)::: 

Kata Gus Yaqut soal Tuduhan Penghadangan oleh Banser

Selasa, 04 September 2018 13:25 Nasional

Bagikan

Kata Gus Yaqut soal Tuduhan Penghadangan oleh Banser
Ketum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas
Jakarta, NU Online
Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor H Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut) menegaskan, tabayyun perlu di kedepankan dalam menyikapi berbagai persoalan agar permasalahan yang samar menjadi jelas.

Gus Yaqut merujuk pada peristiwa yang terjadi di Jepara, Jawa Tengah saat salah seorang ustadz gagal berceramah namun melalui timnya mengumbar pernyataan (play victim) bahwa dirinya diancam, dihadang, diintimidasi, dan lain-lain oleh Ansor dan Banser.


Ia mengutarakan dengan tegas bahwa ustadz juga manusia. Menurutnya, bisa saja dia tergoda gemerlap panggung dunia. Mumpung ada momentum, kata Gus Yaqut, bisa saja. Ia mengungkapkan bisa juga dia tidak tahu karena manajemennya yang mengolah agar rating-nya makin naik.

“Kita nggak tahu. Cuma yang saya tahu, di NU itu mengenal konsep tabayyun. Mendudukkan perkara yang samar agar jelas. Nah, kalau ujug-ujug memberi pernyataan dihadang, diintimidasi, dipersekusi, dihalangi dan lain lain, saya menduga — sekali lagi — menduga, konsep indah itu belum dia kenal,” ujar Gus Yaqut, Selasa (4/9) lewat Facebooknya.

Dari peristiwa tersebut, Gus Yaqut menyarankan sebaiknya memang dicari dulu kebenarannya (lewat tabayyun), bukan asal komentar lalu membentuk laskar-laskar pembela. 

“Sebagaimana makan, sebaiknya dikunyah dulu. Bukan langsung ditelan karena bisa berefek mematikan. Ngerti ora, son?” tandasnya. (Fathoni)