::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Nama Kecil KH Ma’ruf Amin

Jumat, 07 September 2018 15:00 Nasional

Bagikan

Nama Kecil KH Ma’ruf Amin
Jakarta, NU Online
KH Ma’ruf  Amin lahir pada 11 Maret 1943 di desa Kresek, sebuah desa yang menjadi ibu kota kecamatan Kresek, kabupaten Tangerang, Banten. Ia merupakan anak semata wayang dari pasangan KH Muhammad Amin dan Hj Maimunah.  

Ma’ruf Amin. Begitulah nama lengkapnya yang dikenal dan diketahui khalayak umum. Namun ternyata, nama panjang Kiai Ma’ruf bukan lah Ma’aruf Amin, tapi Ma’ruf al-Kharki. Iya, nama tersebut adalah nama yang dipersiapkan sang ayah, KH Muhammad Amin, ketika Ma’ruf lahir.

“Ayah memberi saya nama Ma’ruf al-Kharki,” aku Kiai Ma’ruf dalam buku KH Ma’ruf Amin: Penggerak Umat, Pengayom Bangsa.  

KH Muhammad Amin memberi nama anaknya ‘Ma’ruf al-Kharki’ bukan tanpa sebab. Dengan pemberian nama tersebut, Kiai Amin berharap bahwa suatu saat nanti anaknya bisa menjadi ahli agama seperti Abu Mahfudz Ma’ruf bin Firus al-Kharki (Ma’ruf al-Kharki). 

Perlu diketahui, Ma’ruf al-Kharki adalah seorang ahli sufi dari Persia. Ia besar di Baghdad pada masa khalifah Harun al-Rasyid. Sejak kecil, ia belajar kepada ulama-ulama Irak. Hingga akhirnya ia berhasil menjadi ahli agama terkemuka di Irak.

Namun demikian, nama al-Kharki pada Kiai Ma’ruf yang diberikan ayahnya itu ‘tidak bertahan.’ Nama al-Kharki juga tidak tercatat pada dokumen-dokumen legal Kiai Ma’ruf. Pada tahun-tahun berikutnya, nama yang dipakai adalah nama ayahnya, Amin. Sehingga namanya menjadi Ma’ruf Amin, bukan Ma’ruf al-Kharki lagi.

Kiai Ma’ruf memang tidak menyandang nama kecil yang diberikan ayahnya, tapi harapan yang disematkan ayahnya kepadanya benar-benar menjadi kenyataan. Yakni menjadi ahli agama. Bahkan, Kiai Ma’ruf menjadi pucuk pimpinan dua ormas Islam terbesar dan paling disegani, Nahdlatul Ulama (Rais Aam) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI). (Muchlishon)