::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Ketum HPN: Kumpulan Pengusaha NU Harus Saling Memberi Manfaat

Sabtu, 08 September 2018 08:00 Nasional

Bagikan

Ketum HPN: Kumpulan Pengusaha NU Harus Saling Memberi Manfaat
Ketum HPN Abdul Kholik
Jakarta, NU Online
Ketua Umum Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) Abdul Kholik mengatakan, HPN sebagai wadah jangan hanya menjadi tempat berhimpun para pengusaha, tetapi juga harus saling memberi manfaat. Hal ini dalam upaya memperkuat konsolidasi pengusaha Nahdliyin.

Menurutnya, pengusaha NU di HPN berada di dalam organisasi religius sehingga penting untuk mempertanggungjawabkan apapun yang diperbuat. Ia menegaskan, revolusi dengan cara melaksanakan kegiatan yang dilakukan secara mandiri sudah mulai kelihatan.

Yang patut dibahagiakan, menurut Kholik, bahwa HPN tempat berhimpun mulai terlihat telah menjadi tempat berkumpul bersama para pengusaha. Kalau para pengusaha sudah berkumpul, kegiatan didanai secara mandiri sudah menjadi konseskuensi logis.

“Meskipun tentu saja berkumpulnya kita sekarang ini agar tidak hanya mandiri dalam melaksanakan kegiatan, tetapi bagaimana saling memberi manfaat antar-sesama pengusaha,” ujar Kholik pekan lalu.

Di banyak tempat, ia sering mengatakan bahwa NU merupakan organisasi terbesar dengan massa yang juga besar. Sebab itu tidak heran jika banyak pengusaha maupun politisi datang ke NU. Untuk pengusaha sudah jelas massa yang besar merupakan potensi pasar yang menguntungkan.

“Tapi kita melihat bahwa jumlah massa yang besar di NU belum bisa dikapitalisasi menjadi pasar potensial yang mempunyai bargain position terhadap produsen maupun penentu kebijakan,” jelasnya.

Menurut Kholik, HPN ini penting dibangun untuk menjadi tempat berkumpul bersama para pengusaha. Tentu tidak hanya tempat berkumpul tetapi saling mengonsolidasikan diri.

“Dimana kita bisa saling memberi manfaat antar para pengusaha. Saling bahu membahu, baik pengusaha besarnya maupun pengusaha kecilnya,” tegasnya.

Para pengusaha bisa saling mengisi apa yang menjadi kelebihan dan kekurangan masing-masing sehingga bisa meningkatkan keterampilan dalam proses berusaha. Dengan demikian, HPN bukan hanya menjadi tempat berkumpul, hanya berhura-hura, tetapi menjadi tempat mengonsolidasikan diri menjadi wadah yang kuat.

“Mari kita memperbaiki diri terhadap jumlah warga NU yang besar tetapi belum terkonsolidasi. Minimal para pengusahanya dulu. HPN sudah merancang agar para pengusaha NU dapat berinteraksi atas apa yang menjadi garapan bisnisnya dalam Direktori Usaha Nusantara (DUN),” terangnya.

Menurutnya, para pengusaha di luar warga NU yang ingin memasarkan produknya kepada Nahdliyin agar melalui HPN terlebih dahulu. Ia mengatakan, jangan sampai para pengusaha NU hanya menjadi penonton ketika pengusaha di luar NU memanfaatkan pasar Nahdliyin. (Fathoni)