::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Masjid di Jerman Dicoret-coret dan Dilempari Daging Babi

Selasa, 11 September 2018 07:30 Internasional

Bagikan

Masjid di Jerman Dicoret-coret dan Dilempari Daging Babi
Masjid Selimiye. (Foto: Daily Sahab)
Istanbul, NU Online
Masjid Selimiye di negara bagian Lower Saxony Jerman barat laut mendapat serangan dari orang tak dikenal. Pelaku mengotori bangunan dengan coretan bernada rasis dan meninggalkan produk daging babi di lokasi itu.

Masjid Selimiye merupakan masjid yang berafiliasi dengan Uni Islam Turki (DITİB). Insiden terjadi pada Senin pagi di kota Nordenham, negara setempat.

Delmenhorst, polisi yang mulai menyelediki aksi vandalisme ini, mengatakan para pelaku menggunakan cat hitam untuk mencoretkan ujaran rasial di dinding jendela. Mereka juga meninggalkan berbagai makanan yang terbuat dari daging babi di sana.

Idris Aksut, seorang anggota Asosiasi Masjid Selimiye, mengatakan pihaknya sudah mengunci masjid usai sembahnyang Isya' pada Ahad malam. Hingga akhirnya jamaah masjid mengetahui pemandangan tak biasa pada Senin paginya.

"Serangan buruk ini terjadi pada pukul 4 pagi. Seseorang atau sekelompok orang yang tidak dikenal menulis kata-kata jelek di dinding dan jendela yang baru dibersihkan dari masjid kami dan melemparkan sosis babi dan daging cincang," kata Aksüt kepada wartawan.

"Mereka yang ingin menghalangi kami dari jalan kami tidak akan berhasil," ujarnya lagi seperti dikutip Daily Sabah, media yang bermarkas di Istanbul.

Aksüt berharap polisi yang sudah menerima rekaman kamera keamanan masjid dapat mengungkap aksi kriminal tersebut sesegera mungkin.

Daily Sabah melaporkan, puluhan masjid telah diserang di Jerman tahun ini, di tengah meningkatnya Islamophobia dan berkembangnya aktivitas kelompok militan Partai Pekerja Kurdistan (PKK) di negara itu.

Jerman memiliki komunitas kuat Turki sebesar 3 juta orang. Banyak dari mereka adalah generasi kedua atau ketiga yang lahir di Jerman. Kakek-nenek mereka adalah orang-orang asli Turki yang pindah ke Jerman selama tahun 1960-an. (Red: Mahbib)