::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Sajian Ingkung, Ini Harapan Nahdliyin Mimika di Tahun Baru Islam

Selasa, 11 September 2018 23:00 Daerah

Bagikan

Sajian Ingkung, Ini Harapan Nahdliyin Mimika di Tahun Baru Islam
Peringati Tahun Baru Hijriyah dengan sajian ingkung
Mimika, NU Online
Keriuhan Nahdliyin Mimika Papua, khususnya Jama'ah Istighotsah an-Nahdliyyah, dalam menyambut tahun baru 1440 H diwujudkan dengan amaliah khas NU di berbagai masjid dan mushalla di berbagai tempat pada Senin, 10 September 2018 menjelang dan bakda Maghrib. 

Peringatan dari ujung timur Mimika, di Km14, Kampung Mwuare hingga ujung barat Mimika, di Kampung Naena Muktipura, 

SP6 rombongan Nahdliyyin km10 dan km14 ditambah rombongan dari kota Timika sebelum Maghrib bertolak menuju SP sebanyak tiga mobil. 

"Terima kasih kami sampaikan atas kehadiran bapak bapak dari ujung Timur Mimika. Kami sangat terharu atas kehadiran dan silaturahmi ini. Semoga bertambah banyak rejeki dan memperpanjang umur. Kita juga ganti berkunjung ke km10 km14 yang hari ini hadir. Mari kita bangun silaturahim," sambut Ketua Takmir Mushalla Ikhlasul Amal H Asy'ari. 

Sajian ingkung menjadi simbol harapan warga SP6 untuk lebih baik. Ingkung dalam Bahasa Jawa bermakna "ingkang tansah manekung" artinya di tahun baru 1440 H ini warga berharap agar selalu istiqamah dalam beribadah kepada Allah. 

Mereka berharap jadi orang yang beruntung, di mana hari ini lebih baik dari pada kemarin.

Dalam taushiyahnya, Ust Hasyim Asy'ari menyampaikan banyak hal. "Mari di tahun baru dengan semangat baru kita tingkatkan idkholussurur ala qolbil mukminin (memasuk kesenangan pada hati sesama mukmin) dalam menyambut tahun baru dengan berbagai aktifitas positif, jalin ukhuwah diniyah, Basyariyah, wathaniyah. Juga ciptakan kondisi taawanu alalbirri wattaqwa dan istiqamah melestarikan warisan ulama kita," urai Ketua JQH MWCNU Tembagapura ini.

Kampung Mulia Kencana SP7 juga tidak kalah memperingati tahun baru dengan membaca doa awal dan akhir tahun serta ada ayat kursi dipimpin Ust Azhari, Ust Saifuddin. Acara ditutup dengan makan tumpeng kuning.

Kampung Timika Jaya SP2 di Mushalla Muhajirin juga dilakukan Suronan diisi juga shalawatan dan ceramah oleh Ust Irfan. Di Mushalla Baiturrahman Jl. Serui Mekar juga diadakan Istighotsah dan peringatan Muharam dipandu Ust Haris dan Ust Solihin. 

"Ini merupakan tradisi di Serui Mekar setiap tahun dalam menyambut tahun baru Islam tanggal 1 Muharam," jelas Iswahab selaku sesepuh mushalla Baiturrahman. 

Warga Pagar Nusa Mimika juga ikut memperingati tahun baru dengan doa bersama di Musholla Al-Ikhlas Jl Kartini dipandu Denny. 

Acara dimeriahkan dengan pembacaan Maulid Diba' bersama grup Nurul Qolbi Timika, sebuah grup Shalawat anak anak muda NU. Masjid Al-Akbar Timika juga menggelar acara yang sama dengan menghadirkan Habib Hilmi Al Kaff untuk mengisi ceramah sambut Tahun Baru 1 Muharam.

Sebagian lain warga NU penggemar seni budaya menggelar pagelaran wayang kulit semalam suntuk di Sanggar Joyoboyo SP2 Mimika dengan dalang Ki Gino Waluyo. 

Acara ini juga sekaligus menjadi peringatan ultah Joyoboyo ke 15 di kampung Kadun Jaya diadakan Lailatul ijtima' bersama Ust Hasyim Asy'ari dan pemilik Resto Safira, H Amin membahas berbagai masalah ke-NU-an. Hadir di acara ini warga NU Km14 dan Ketua Takmir Masjid Nurul Hikmah, Mbah Nasir didampingi Mukid. (Red: Muiz)