::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Ketum PBNU: Fatwa Resolusi Jihad Lahirkan Hari Pahlawan Nasional

Rabu, 12 September 2018 15:33 Nasional

Bagikan

Ketum PBNU: Fatwa Resolusi Jihad Lahirkan Hari Pahlawan Nasional
Ketua Umum PBNU Kiai Said Aqil Siroj didampingi Katib Am dan Sekjen PBNU
Jakarta, NU Online 
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj menyebut bahwa fatwa resolusi jihad yang dicetuskan Hadratussyekh KH Hasyim Asyari pada 22 Oktober 1945 itu melahirkan hari pahlawan nasional. 

"Seandainya tidak ada fatwa KH Hasyim Asy'ari belum tentu semangat perlawanan, intifadhoh masyarakat Surabaya dan sekitarnya berkobar seperti yang terkenal itu (10 November)," kata Kiai Said pada acara Konferensi Pers memperingati Hari Santri tahun ke empat di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Rabu (12/9).

Oleh sebab itu, kata Kiai Said, peringatan hari pahlawan yang ditetapkan pada 10 November itu tidak bisa dilepaskan dari pengorbanan para santri dan Kiai. 

"Sepuluh November bisa menjadi hari nasional berkat darahnya para kiai dan santri. Maka tanggal 10 November dari hari pahlawan nasional, sebenarnya adalah hari pahlawan santri," kata Kiai Said. 

Kiai kelahiran Kempek Cirebon, Jawa Barat itu juga pun sempat menjelaskan tentang makna santri. Menurut, santri bukan hanya orang yang pernah menimba ilmu di pesantren, melainkan juga orang yang mempunyai akhlak yang baik dan hormat kepada kiai. 

"Itu santri namanya," jelasnya. 

Ia sempat mencontohkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan periode 2009-2014 H Mohammad Nuh. Kata Kiai Said, Nuh bukan alumnus pesantren, tetapi karena berkahlak baik dan hormat kepada kiai, maka ia disebut dengan santri. 

"Contohnya misalkan, mohon maaf saya jadikan contoh, Profesor Muhammad Nuh itu bukan keluaran pesantren, tapi beliau berkahlak baik dan hormat kepada kiai, beliau adalah santri," ucapnya. 

Hadir Katib 'Aam PBNU KH Yahya Qholil Tsaquf, Ketua PBNU H Eman Suryaman, H Umar Syah, , Sekjen PBNU H Helmy Faisal Zaini, dan Ketua Panitia Hari Santri Nasional 2018 H Marsudi Syuhud. (Husni Sahal/Abdullah Alawi)