::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::  Kuliah Plus Ngaji? Ke UNSIQ Wonosobo aja, -Memadukan mutiara luhur tradisi pesantren dan keunggulan Universitas Modern- Kunjungi http//:pmb.unsiq.ac.id. 081391983830 (Latu Menur Cahyadi)::: 

Lembaga Dakwah PBNU: Shalawatan di Klub Malam Boleh, Asal…

Kamis, 13 September 2018 22:30 Nasional

Bagikan

Lembaga Dakwah PBNU: Shalawatan di Klub Malam Boleh, Asal…
Jakarta, NU Online 
Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama ( LD PBNU) menilai dakwah dan lantunan shalawat di klub atau tempat hiburan malam itu baik jika berpotensi mendatangkan kebaikan.

"Kalau dakwah di situ (klub malam) tau baiknya, gak papa," kata Sekretaris LD PBNU Ustadz H Bukhori Muslim di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Kamis (13/9).

Ia tidak mempermasalahkan hal itu karena menurutnya, dakwah di tempat hiburan malam merupakan kondisi yang “sempit”, sehingga mengajak kebaikan pada pengunjung klub malam adalah baik.

"Kalau dalam ushul fiqh itu disebutkan idza dhaqal amru ittasa'a" (apabila sesuatu itu sempit, hukumnya menjadi luas), maksudnya, dalam kondisi sempit penuh maksiat, ngajak kebaikan itu baik. Kalau (bershalawat) untuk awal-awal, bagus sih," ucapnya

Namun, Bukhori mengingatkan agar aktivitas tersebut tidak sampai berlebihan yang berujung kepada penghinaan terhadap Nabi Muhammad, seperti melantunkan shalawat dengan cara berjoget atau dalam keadaan telanjang.

"Yang penting jangan dibuka selebar-lebarnya, mohon maaf, jangan sampai misalnya joget dengan shalawatan, telanjang," ucapnya.

Bukhori meminta pendakwah untuk istiqamah melakukan aktivitasnya agar bisa selalu memberikan bimbingan kepada sasaran dakwahnya.

"Melakukan kebaikan ini baik, tapi jangan dilepas, (orang yang menjadi sasaran dakwah) harus dibimbing. Jangan terus menganggap selesai. Mengajak kebaikan ini perlu ditindaklanjuti," katanya.

Selain itu, ia berharap kepada pendakwah agar setelah dakwahnya berlangsung lama, mengingatkan kepada sasaran dakwahnya tentang pentingnya adab, seperti memakai baju yang sopan.

"Wa idza-ttasa'al amru dhaqa" (Apabila sesuatu itu longgar atau luas, hukum menjadi sempit). Jadi kalau orang (aktivitas melantunkan shalawat) udah biasa, disempitkan, ada adabnya loh," ucapnya. 

Nama Gus Miftah atau KH Miftah Maulana Habiburrahman menjadi viral setelah video dakwah dan pembacaan shalawatnya di sebuah klub malam di Bali beredar di internet. 

Gus Miftah adalah pengasuh Pondok Pesantren Ora Aji di Kalasan, Sleman, Yogyakarta. Dia sudah delapan tahun menekuni dakwah di klub malam, 14 tahun berdakwah di kawasan prostitusi Yogyakarta, Pasar Kembang (Sarkem). (Husni Sahal/Abdullah Alawi)