::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::  Kuliah Plus Ngaji? Ke UNSIQ Wonosobo aja, -Memadukan mutiara luhur tradisi pesantren dan keunggulan Universitas Modern- Kunjungi http//:pmb.unsiq.ac.id. 081391983830 (Latu Menur Cahyadi)::: 

Sekjen PBNU Tanggapi Dakwah di Klub Malam

Jumat, 14 September 2018 02:05 Nasional

Bagikan

Sekjen PBNU Tanggapi Dakwah di Klub Malam
Sekjen PBNU H Ahmad Helmy Faishal Zaini
Jakarta, NU Online
Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) H Ahmad Helmy Faishal Zaini mengapresiasi langkah Miftah Maulana Habiburrahman atau yang akrab dikenal dengan Gus Miftah yang melakukan dakwah di klub malam.

"Saya mengapresiasi cara Gus Miftah dalam berdakwah," ujar Sekjen Helmy, Kamis (13/9) di Jakarta.

Dakwah Gus Miftah yang dilakukan di sebuah lokasi hiburan malam di Bali menjadi perbincangan dan menuai kontroversi. Hal yang jamak dipersoalkan adalah audiens penceramah asal Yogyakarta itu mengenakan pakaian terbuka dan syiar yang disampaikan di dalam bar.

“Kita jangan terburu-buru untuk menghakimi bahwa orang-orang yang ada di klub malam itu akan selamanya berbuat maksiat,” lanjut Sekjen Helmy.

Ia berpandangan tidak ada yang perlu disoalkan menyangkut aksi Gus Miftah tersebut. Menurut dia, ceramah Gus Miftah justru akan menyentuh orang-orang di sekitar dan akhirnya kembali ke jalan yang benar.

“Di kalangan NU kita menganal Kiai Hamim Djazuli atau Gus Miek yang masyhur sebagai Waliyullah yang berdakwah di dunia malam. Bahkan, kalimatnya yang sangat populer yaitu menjadi cahaya di tempat yang gelap,” terang Sekjen Helmy.

Dakwah dengan pendekatan seperti yang dilakukan Gus Miftah ini, menurut Sekjen Helmy, bisa menjadi air di tengah kegersangan. "Konsep yang diambil Gus Miftah ini kan ‘go-dakwah’ dakwah dengan konsep menyuguhkan dan menjemput bola," ujarnya.

Dalam pandangan Helmy, apa yang dilakukan Gus Miftah memiliki nilai positif. Sebab dakwah dilakukan dengan lansung mendatangi tempet-tempet hiburan yang selama ini identik dengan dunia kemaksiatan. (Red: Kendi Setiawan)