::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Ketua Jatman Klaten: Persiapkan Rumah di Akhirat

Jumat, 14 September 2018 17:30 Daerah

Bagikan

Ketua Jatman Klaten: Persiapkan Rumah di Akhirat
Klaten, NU Online
Meskipun usia manusia bertambah, kesempatan hidup di dunia pastilah berkurang. Karenanya yang mendesak dipersiapkan adalah rumah di akhirat nanti. 

Hal tersebut disampaikan KH Muhammad Zahid saat hadir pada majelis dzikir dan shalawat. Kegiatan dalam rangka tahun baru Hijriyah 1440 H, di Dukuh Margorejo, Kadilaju, Karangnongo, Klaten, Jawa Tengah, Kamis (13/9). 

"Umur bertambah tetapi kesempatan hidup di dunia berkurang. Kira-kira masih berapa tahun umur kita di dunia ini,” kata Ketua Jatman (Jam'iyah Ahlith Thariqah Al-Mu'tabaroh An-Nahdliyah) Nahdlatul Ulama Klaten ini.

Karena usia sudah dipakai, maka sisa hidup hanya sedikit. “Umur ini adalah jatah dari Allah, semakin dekat dengan batas akhir hidup,” ungkapnya. Yang menjadi pertanyaan adalah apakah sudah menyiapkan rumah di akhirat kelak, lanjut Pak Zahid, panggilan akrabnya.

Memperbanyak ibadah kepada Allah merupakan cara ampuh untuk membuat rumah di akhirat nanti. “Pastinya ibadah di sini lebih bisa diperluas cara memaknainya bukan sebatas shalat, zakat dan ibadah hablu minallah lainnya. Tetapi ibadah dengan habbu minannas juga,” urainya.

Menurutnya, jika rumah akhirat belum dibangun, bisa membuat kecewa di alam sana. Seiring dengan berjalannya waktu, maka manusia akan maju terus mendekati pintu perpindahan. “Jika pintu itu dilewati, maka telah masuk alam akhirat. Apakah kita punya saku? Lalu sakunya apa? Yaitu dengan memperbanyak ibadah kepada Allah,” jelasnya.

Kegiatan ini dipadati warga Dukuh Margorejo yang sekaligus memperingati hari lahir Hajrotu Klaten 3. Hajrotu sendiri merupakan grop hadrah sekaligus juga jamaah pencinta shalawat. 

Acara diawali pembacaan maulid dan shalawat yang dipimpin Al-Habib Muhammad Zein Rifqi bin Ahmad Al Jailani. (Minardi Kusuma/Ibnu Nawawi)