::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::  Kuliah Plus Ngaji? Ke UNSIQ Wonosobo aja, -Memadukan mutiara luhur tradisi pesantren dan keunggulan Universitas Modern- Kunjungi http//:pmb.unsiq.ac.id. 081391983830 (Latu Menur Cahyadi)::: 

LSN Seri Nasional 2018 Diselenggarakan di Solo

Jumat, 14 September 2018 19:15 Nasional

Bagikan

LSN Seri Nasional 2018 Diselenggarakan di Solo
Jakarta, NU Online
Rabithah Ma'ahid Islamiyah (RMI) atau asosiasi pesantren Nahdlatul Ulama dalam waktu dekat kembali menyelenggarakan Liga Santri Nasional (LSN) seri nasional. Seperti tahun sebelumnya, pada tahun ini terdapat 32 tim dari 32 daerah yang berlaga dalam kompetisi tahunan tersebut.

Ketua RMINU, KH KH Abdul Ghaffar Rozin mengatakan bahwa LSN 2018 diselenggarakan dari  29 September sampai 7 Oktober dan bertempat di Solo, Jawa Tengah. 

"Jadi, Liga Santri Nusantara dimulai tanggal 29 September berakhir dengan 7 Oktober bertempat di Solo," kata Gus Rozin di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Jumat (14/9).

Pemilihan Solo sebagai tuan rumah LSN bukan tanpa alasan. Menurut Gus Rozin, Solo merupakan salah satu sentra pesantren di Indonesia, mempunyai kebudayaan yang beragam, aksesnya dianggap mudah, dan mempunyai sejarah tersendiri bagi bersemainya santri.

"Oleh karena itu, saya kira menyelenggarakan seri nasional Liga Santri Nusantara di Solo ini menjadi pilihan yang tepat," ucapnya.

RMI sendiri sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah Solo untuk kelancaran penyelenggaraan LSN tahun keempat ini. Menurut Gus Rozin, sebagai tuan rumah, Pemda Solo sangat mendukung dan berkomitmen untuk menyukseskan LSN.

"Pemda menyambut sangat terbuka dan mendukung. Pemda Solo sudah dua kali ikut (pertandingan) persahabatan. Wali kota ikut. Itu artinya simbol kita diterima dengan baik," tandasnya. (Husni Sahal/Ibnu Nawawi)