::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Kiai Muda Jatim Tawarkan Mondok Gratis bagi Korban Gempa Lombok

Sabtu, 15 September 2018 03:00 Daerah

Bagikan

Kiai Muda Jatim Tawarkan Mondok Gratis  bagi  Korban Gempa Lombok
Lombok, NU Online

Rombongan kiai muda Jawa Timur (Jatim) mengunjungi korban gempa di Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB),Jumat (21/9). Kiai-kiai tersebut berasal dari Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang, Darul Ulum Rejoso Jombang, An-Nur Malang, Darunnajah Malang, Al Fitrah Surabaya dan beberapa pesantren di Jawa Timur.

Kunjungan para kiai ini difokuskan pada pesantren yang mengalami bencana gempa. Mereka membagikan bantuan uang tunai, terpal dan sembako. Selain itu, rombongan ini juga menghibur para santri dengan game dan guyonan kocak ala santri.

"Kita berkunjung ke pesantren di wilayah Lombok utara dan Lombok timur. Total ada dana Rp. 50 juta dari iuran para kiai muda dan reka," jelas ketua rombongan dari Pesantren Darul Ulum Rejoso, KH Zahrul Azhar Asumta, Jumat (14/8).

Pria yang juga Wakil Ketua ISNU Jawa Timur tersebut  menambahkan pihaknya menawarkan beasiswa mondok gratis bagi  santri korban gempa di Pulau Jawa hingga pesantrennya dibangun kembali. Hal ini dimaksudkan agar kegiatan belajar mengajar para santri terus berjalan.

"Jika ada yang  berminat untuk mondok tanpa biaya, akan kami fasilitasi," ungkap Gus Hans, sapaan akrabnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Hans dan rombongan juga sempat berdiskusi dengan Bupati Lombok Utara H. Najmul Akhyar terkait pembangunan daerahnya  pasca Gempa. Berbagai usulan dan tukar pemikiran disampaikan kiai-kiai muda Jawa Timur ini, dana mendapat respon yang cukup bagus.

Ia juga berjanji  akan datang kembali ke Lombok bila dibutuhkan dan keadaan korban gempa belum pulih. Dikatakannya, peduli terhadap sesama harus terus digalakkan sebagai bentuk tenggang  rasa. Tanpa sikap tenggang rasa dan persatuan, kemajuan hanya utopia.

"Kita melakukan diskusi dengan Bupati Lombok Utara tentang masa depan dan target pembangunan daerah pasca gempa,” pungkasnya.

Rombongan kiai muda tersebut diterima oleh H. Najmul Akhyar di garasi rumahnya  karena dia khawatir gempa  sewaktu-waktu datang  hingga merobohkan rumahnya (Syarif Abdurrahman/Aryudi AR).