::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

'Ustadz Klub Malam' Sowan Kiai Said di Kantor PBNU

Senin, 17 September 2018 14:55 Nasional

Bagikan

'Ustadz Klub Malam' Sowan Kiai Said di Kantor PBNU
Jakarta, NU Online
KH Miftah Maulana Habiburrahman atau kerap disapa Gus Miftah yang ramai dibicarakan di media sosial karena aksi dakwahnya di tempat hiburan malam berkunjung ke kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, di Kramat Raya, Jakarta Pusat, Senin (17/9).

Dalam kunjungannya, Gus Miftah yang berambut gondrong ini disambut oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siraj, Sekjend Helmy Faisal Zaini dan Ketua Robikin Emhas.

Kunjungan ini menurut Robikin Emhas menunjukkan dengan jelas bahwa Gus Miftah merupakan warga Nahdlatul Ulama. "Gus Miftah jelas warga NU. Keluarganya NU semua," ujarnya pada NU Online.

Dalam kunjungannya, Gus Miftah mengucapkan terima kasih kepada Kiai Said Aqil Siraj atas pembelaannya terhadap aksi dakwah yang dilakukannya di hiburan malam. "Pertama saya ke sini untuk silaturrahmi. Lalu untuk mengucapkan terima kasih sudah dibela sama Kiai Said," ujar Gus Miftah.

Menurutnya, aksi tersebut dilakukan dalam rangka berdakwah kepada siapa saja tanpa melihat profesinya, termasuk para pekerja di klub malam, lokalisasi dan tempat lain.

Dalam kesempatan itu, Kiai Said Aqil Siraj kembali menegaskan bahwa aksi yang dilakukan oleh Gus Miftah adalah dakwah yang tergolong ekstrim. Sebab membutuhkan keberanian, keikhlasan dan ketabahan dalam menjalaninya.

"Gus Miftah berani mengisi kekosongan di wilayah 'hitam' yang saya sendiri tidak mampu. Orang yang melakukan itu niatnya harus tulus, hatinya harus bersih, memiliki keberanian," ujar Kiai Said.

Dakwah semacam itu, lanjut Kiai Said, memiliki banyak godaan dari pada dakwah di kalangan umum di lokasi dakwah biasanya seperti pesantren, mushalla atau masjid. 

"Dakwah di tempat seperti itu minimal di-suuddon-i lah. Pasti ada yg suuddon. Saya berdoa semoga mampu dan melanjutkan dakwah Wali Songo, dengan cara manusiawi dan melalui akhlaqul karimah yang tidak tarhib wattarhib (mengancam dan menakut-nakuti). (Ahmad Rozali)