::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Bersama Pergunu, Santri Al-Karimiyah Depok Galakkan Jihad Pena

Sabtu, 06 Oktober 2018 21:00 Daerah

Bagikan

Bersama Pergunu, Santri Al-Karimiyah Depok Galakkan Jihad Pena
Depok, NU Online
Santri dan pengurus NU merupakan orang-orang pilihan yang diberi amanah dalam mengemban cita-cita luhur para masyayeikh Nusantara dan risalah agung Rasulullah Saw. 

Demikian dipaparkan Kepala MA Al-Karimiyah, KH Fatih Ghazali dalam acara Peace Journalistic Goes to School, Sabtu (6/10).

“Kita semua diberikan amanah, memahami pesan Rasul Saw, pengamal Al-Qur’an dan sunah hingga berjibaku dengan mental kuat berjuang mencerdaskan Nahdliyin,” ucap Kiai Fatih.

Motivasi tersebut memacu semangat para siswa dalam kegiatan yang berlangsung di lingkungan Pesantren Al-Karimiyah, Sawangan, Kota Depok, Jawa Barat.

Acara jurnalistik santri damai juga menghadirkan pengelola website Lembaga Ta’lif wa Nasyr (LTN) NU Jawa Barat, H Abdul Hadi Hasan dan Wakil Ketua Pergunu Depok, Ustadz Abdullah Noer.

Ustadz Abdullah Noer memaparkan berbagai macam metode penulisan, baik menulis karya sastra ataupun tulisan ilmiah.

"Metodenya sangat banyak. Menulis harus dilakukan dengan kemauan yang kuat, dilandasi dengan kecintaan membaca buku demi memperkaya kosa katanya," katanya.

Sementara H Abdul Hadi Hasan menekankan agar santri memahami Surat Al Nahl ayat 125 terkait pentingnya berdakwah dengan cara yang diajarkan Rasul Saw.

"Kita semua pendakwah, penebar Islam ramah yang damai. Pahamilah metode dakwah dalam ayat tersebut. Medan dakwah santri millenial itu bukan hanya mimbar, tapi medsos juga. Ayo ngaji jurnalistik supaya dapat merekam jejak ulama dan melahirkan karya tulis," papar Kang Hadi.

Ia juga mengatakan dahulu kala para ulama menekan agar memperhatikan lisan. Kini, jemari yang aktif bergerak merangkai kata di medsos pun harus tunduk patuh pada aturan Ilahi dan Rasul-Nya.

"Betapa banyak negeri hancur luluh lantah karena disebabkan oleh jemari yang merangkai berita fitnah dan hoaks," ia mengingatkan.

Acara Jurnalistik yang bertema Menulis untuk Perdamaian Intelektual, terselenggara atas kerja sama Pergunu Depok, Aman Indonesia, Banser Depok dan LTN NU Jawa Barat. Acara juga dilengkapi dengan praktik menulis sepertipenulisan berita khusus Nahdliyin. (Red: Kendi Setiawan)