::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Anggota DPRD Jatim Desak Pemerintah Perhatikan Anak Yatim

Senin, 08 Oktober 2018 15:15 Daerah

Bagikan

Anggota DPRD Jatim Desak Pemerintah Perhatikan Anak Yatim

Jember, NU Online
Anak yatim merupakan salah satu elemen masyarakat  yang perlu mendapat perhatian lebih. Selain telah kehilangan  sang ayah, mereka tak jarang hidupnya kekurangan, bahkan terlunta-lunta. Demikian diungkapkan oleh Wakil Sekretaris PCNU Jember, Moch Eksan saat memberikan tausiyah dalam acara Santunan Anak Yatim di Masjid Baiturrohman, Desa Karanganyar, Kecamatan Gumukmas, Jember, Jawa Timur, Ahad (7/10) malam.

Menurutnya, selain butuh materi, anak yatim juga butuh kasih sayang, terutama dari orang-oran terdekatnya.
“Saya kira itu (kasih sayang) yang sulit. Ayah tidak bisa digantikan. Karena itu, mereka pantas kita sayangi,” ujarnya

Eksan menambahkan, sesungguhnya pemerintah mempunyai kewajiban untuk menjaga  keberlangsungan hidup anak yatim, anak jalanan dan sebagainya. Oleh karena itu, maka yang berhak menjadi “ayah” bagi anak yatim adalah  pemerintah, dalam hal ini presiden, gubernur, bupati, camat dan kepala  desa.

“Artinya merekalah yang punya kewajiban untuk melayani kebutuhan anak yatim, walaupun masyarakat juga diberi ruang  untuk berpartisipasi dalam hal itu,” urainya.

Anggota DPRD Jawa Timur (Jatim) itu mendesak agar pemerintah lebih memperhatikan lagi nasib dan kehidupan anak yatim. Sebab, selain posisinya lemah, tak jarang mereka juga ulet dan mempunyai talenta di bidang tertentu.

“Buktinya banyak anak yatim yang berprestasi dan sukses jadi pemimpin,” jelasnya

Acara tersebut juga dihadiri oleh perwakilan PAC Ansor Gumukmas dan Puger, jajaran Syuriyah MWCNU Gumukmas dan para undangan (Red: Aryudi AR).