::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

NU Jatim Pastikan Istighotsah Kubro Tak Ada Muatan Politik

Kamis, 11 Oktober 2018 20:00 Nasional

Bagikan

NU Jatim Pastikan Istighotsah Kubro Tak Ada Muatan Politik
Surabaya, NU Online
Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur menjamin bahwa istighotsah kubro yang diselenggarakan Ahad (21/10) di Gelora Delta Sidoarjo tidak memiliki muatan politis. Kegiatan tersebut murni ikhtiar yang dilakukan para ulama dan santri untuk mendoakan yang terbaik bagi bangsa.

Penegasan ini disampaikan KH Reza Ahmad Zahid yang dipercaya sebagai ketua panitia istighotsah kubro kepada sejumlah insan media dan utusan dari Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Jawa Timur, Kamis (11/10). 

“Istighotsah adalah tradisi di kalangan Nahdlatul Ulama,” kata Gus Reza, sapaan akrabnya. 

Terkait kehadiran Presiden Joko Widodo pada acara tersebut karena memang kegiatan menghadirkan massa yang jumlahnya besar. “Kalau kemudian Presiden Joko Widodo hadir, wajar karena ini kegiatan akbar,” jelas Wakil Ketua PWNU Jatim ini.

Demikian pula dengan kadatangan KH Ma’ruf Amin. “Saat istighotsah tahun lalu, Kiai Ma’ruf Amin hadir. Dan bila kemudian pada istighotsah kali ini datang kembali, hal tersebut sebagai sebuah kewajaran,” terangnya. 

Apalagi sosok KH Ma’ruf Amin adalah Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama. “Beliau juga selalu aktif menyapa umat di Jawa Timur,” katanya.

NU Jatim memosisikan KH Ma’ruf Amin sebagai sesepuh di NU. “Bukan dalam kapasitas sebagai calon Wakil Presiden RI,” tegas Gus Reza.

Panitia juga sudah melakukan konsultasi kepada Badan Pengawas Pemilu atau Bawaslu Jatim terkait kegiatan ini. "Sudah kami presentasikan di hadapan Bawaslu, dan mereka bisa menerima kegiatan ini," kata Pengasuh Pondok Pesantren Al-Mahrusiyyah Lirboyo Kediri tersebut

Juga demi memurnikan acara, pantia memastikan tidak diperkenankannya peserta membawa bendera partai dan apa saja yang bernuasa politik. "Yang boleh dibawa adalah bendera Merah Putih dan Nahdlatul Ulama," tandasnya. 

Seperti diwartakan sebelumnya, PWNU Jatim akan menggelar istighotsah kubro dengan menghadirkan sejuta kiai dan santri. Kegiatan diawali dengan kirab santri Nusantara yakni jalan kaki mengenakan sarung dari alun-alun menuju Gelora Delta Sidoarjo. 

Pada kegiatan ini akan hadir Presiden RI Joko Widodo . Ada sembilan kiai yang akan memimpin doa yakni KH Zainuddin Jazuli, KH Nurul Huda Jazuli (Ploso, Kediri), KH Ma’ruf Amin (Banten), KH Nawawi Abdul Jalil (Sidogiri, Pasuruan), KH Miftachul Akhyar (Surabaya), KH Anwar Mansur, KH Anwar Iskandar (Kediri), KH Agus Ali Masyhuri (Tulangan, Sidoarjo) dan dari Situbondo, KH Kholil As’ad Syamsul Arifin. (Ibnu Nawawi)