::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Marak Kabar Bohong dan Bencana Alam, NU Jatim Gelar Istighotsah

Kamis, 11 Oktober 2018 22:30 Daerah

Bagikan

Marak Kabar Bohong dan Bencana Alam, NU Jatim Gelar Istighotsah
Surabaya, NU Online
Sejumlah ulama dan kiai di Jawa Timur merasa prihatin dengan kiai merebaknya kabar bohong dan ujaran kebencian. Demikian pula seringnya musibah bencana alam yang menimpa sejumlah kawasan di negeri ini. Upaya batin harus segera dilakukan demi keselamatan bangsa.

“Karena itu dalam rangka memperingati hari santri, para ulama dan kiai menggelar istighotsah kubro sebagai bentuk keprihatinan akan musibah yang datang bertubi-tubi di negeri ini,” kata KH Reza Ahmad Zahid, Kamis (11/10).

Demikian pula  yang menjadi keprihatinan adalah kian marak dan tersebarnya hoaks atau kabar bohong.  “Karena beredarnya berita tanpa dasar atau hoaks tersebut akan memecah belah bangsa,” kata Gus Reza, sapaan akrabnya.

Ketua panitia istighotsah kubro ini mengemukakan bahwa kegiatan sebagai upaya para santri dengan dibimbing kiai dan ulama demi memperbaiki kondisi bangsa. “Karena itu tema yang kami angkat pada istighotsah kubro adalah dedikasi santri untuk negeri,” ungkap Wakil Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur ini.

Kegiatan yang akan dipusatkan di Gelora Delta Sidoarjo pada Ahad (21/10) tersebut juga sebagai ikhtiar menyelamatkan bangsa. “Karena kesatuan dan persatuan di negeri ini sedang diuji lantaran maraknya gerakan yang berupaya memecah belah bangsa,” jelasnya di hadapan insan media dan utusan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama se-Jawa Timur.

Menurut Gus Reza, nantinya diperkirakan akan hadir satu juta santri dari berbagai kota di Jatim. “Kita akan mendoakan keselamatan dan kesatuan bangsa,” tandasnya.

Hadir pada pertemuan yang berlangsung di aula PWNU Jatim tersebut yakni KH Agus Ali Masyhuri, KH Abdul Matin, KH Syafrudin Syarif, KH Abdul Salam Sochib, juga KH Athoillah Anwar Manshur. (Ibnu Nawawi)