::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

HARI SANTRI 2018

Kadin Lampung: Santri Harus Siap Bersaing di Era Bonus Demografi

Jumat, 12 Oktober 2018 18:00 Daerah

Bagikan

Kadin Lampung: Santri Harus Siap Bersaing di Era Bonus Demografi
H Muhammad Kadafi, Wakil Ketua PWNU Lampung
Pringsewu, NU Online
Ketua Umum Kamar Dagang Industri Provinsi Lampung H Muhammad Kadafi memotivasi para santri untuk menjadi pemenang dalam persaingan dunia usaha di era modern saat ini. Para santri harus mampu memanfaatkan perkembangan teknologi informasi yang pesat saat ini dengan mengasah diri, menjadi jiwa-jiwa entrepreneur, dan mampu memanfaatkan peluang yang sangat banyak dalam bidang usaha saat ini.

“Manfaatkan teknologi seperti internet dan media sosial untuk peningkatan usaha di bidang ekonomi. Jangan berinternet hanya untuk kesenangan saja, tapi cari peluang usaha yang bisa dimaksimalkan sehingga dapat meningkatkan taraf ekonomi kita,” kata pengusaha muda yang juga Wakil Ketua PWNU Lampung bidang ekonomi ini, saat menjadi pembicara pada Seminar Kewirausahaan dalam rangka Hari Santri Nasional 2018 tingkat Kabupaten Pringsewu di GOR Kuncup Pringsewu, Jum’at (12/10).

Sistem bisnis yang sudah mengarah kepada bisnis modern berupa e-comerse saat ini lanjutnya, harus ditangkap dan dimaksimalkan oleh para santri guna bersaing di dunia usaha. Apalagi pada 2025 mendatang Indonesia akan mengalami bonus demografi di mana usia-usia produktif akan mencapai lebih dari 60 persen dari total penduduk Indonesia.

“Persiapkan diri untuk berkompetisi saat bonus demografi yang merupakan masa keemasan dunia usaha dan akan muncul para pengusaha-pengusaha baru. Santri harus bisa menangkap peluang dan menjadi yang terdepan dalam persaingan ini,” ajak Rektor Universitas Malahayati ini.

Kadavi mencontohkan peluang usaha yang saat ini mulai tren semisal usaha kuliner yang disinergikan dengan pariwisata. Seperti konsep minum kopi di tengah-tengah kebun kopi atau minum coklat di tengah kebun coklat bisa diolah karena memiliki keunikan dan sensasi yang berbeda dan unik. Peluang kuliner dan pariwisata ini sudah mulai dikembangkan di berbagai daerah dan ini sudah menjadi perhatian PWNU Lampung.

Oleh karena itu selaku Kadin Lampung dan PWNU Lampung, Ia sudah menggagas berbagai program untuk memaksimalkan sumberdaya manusia di kalangan warga NU di Lampung untuk nantinya kedepan mampu menguasai sektor perekonomian. Sebagai ormas keagamaan dengan jamaah terbanyak di Indonesia, ia optimis, kedepan akan muncul para pengusaha-pengusaha sukses dari kalangan nahdliyin dengan memaksimalkan program dan yang sudah diprogramkan oleh PWNU Lampung.

Terkait Seminar Kewirausahaan dalam rangka Hari Santri Nasional yang dilaksanakan di Kabupaten Pringsewu tersebut, ia sangat mengapresiasi panitia pelaksana Hari Santri setempat. Berbagai acara yang dilakukan maraton tanpa henti jelang puncaknya pada 22 Oktober mendatang, sudah dirancang oleh panitia. Ada 24 agenda yang dilaksanakan oleh panitia Hari Santri Nasional 2018 yang semuanya dilaksanakan oleh para santri di Kabupaten Pringsewu.

Run Down acaranya sudah seperti kalender. Penuh dengan tanggal kegiatan. Mudah-mudahan berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat bagi semua,” kata pria yang juga merupakan Ketua Hari Santri Nasional 2018 PWNU Lampung ini. (Muhammad Faizin)