::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Drama Jamal Khashoggi, Jurnalis Asal Saudi yang Hilang di Turki (Bagian VI)

Jumat, 12 Oktober 2018 18:30 Internasional

Bagikan

Drama Jamal Khashoggi, Jurnalis Asal Saudi yang Hilang di Turki (Bagian VI)
Foto: Middle East Monitor/Handout via REUTERS/File Photo
Istanbul, NU Online
Kabar hilangnya Jamal Khashoggi (59) di gedung Konsulat Saudi di Istanbul Turki pada 2 Oktober lalu sedikit demi sedikit mulai terungkap. Pejabat Turki dan Amerika Serikat (AS) mengklaim memiliki bukti bahwa Jamal disiksa dan dibunuh di dalam Konsulat. Bukti yang dimaksud adalah rekaman video dan audio.

Dikutip The Washington Post, Jumat (12/10), para pejabat Turki dan AS yang tidak bersedia disebutkan identitasnya menyebutkan bahwa rekaman dan video tersebut menjadi bukti kalau Jamal betul-betul dibunuh di Konsulat.


Disebutkan bahwa, dari rekaman audio diketahui ada suara yang mengerikan. Suara yang memerperdengarkan suara Jamal Khashoggi setelah ia masuk ke dalam gedung Konsulat. Dalam rekaman tersebut dilaporkan bahwa terdengar sejumlah pria berbahasa Arab yang tengah menginterogasi dan menyiksa Jamal Khashoggi.


“Anda bisa mendengar bagaimana dia (Jamal Khashoggi) diinterogasi, disiksa dan kemudian dibunuh," kata salah satu sumber yang mengetahui rekaman itu kepada The Washington Post.  

Pejabat Turki menegaskan, tidak akan menyebarluaskan rekaman audio dan video tersebut dengan alasan tertentu. Belum jelas juga, bagaimana pihak Turki atau pun AS mendapatkan rekaman audio dan video tersebut.


Sebelumnya, The Washington Post melaporkan bahwa Putera Mahkota Muhammad bin Salman pernah memerintahkan untuk menjebak Jamal Khashoggi, jurnalis asal Saudi yang kritis terhadap kebijakan-kebijakan sang putera mahkota. Laporan itu merujuk pada data penyadapan intelijen AS. Semenjak setahun terakhir, Jamal pindah ke AS untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. 


Terkait laporan tersebut, belum ada tanggapan dari pihak Saudi. 

Tim gabungan

Pemerintah Turki dan Arab Saudi berencana membentuk tim gabungan untuk mengungkap kasus hilangnya Jamal Khashoggi di gedung Konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober lalu. 

“Dalam konteks kerja sama erat antara Turki dan Arab Saudi, kami menerima usulan dan siap membentuk tim kerja gabungan Turki dan Saudi untuk mengungkap kasus Jamal dan," kata Staf Presiden Turki, Ibrahim Kalin, dilaporkan kantor berita Turki Anadolu Agency, Jumat (12/10).

Baca juga: Drama Jamal Khashoggi, Jurnalis Asal Saudi yang Hilang di Turki (Bagian I)

Meski demikian, Jaksa penuntut umum Turki menegaskan akan tetap melanjutkan investigasi terkait hilangnya Jamal. Dalam melaksanakan investigasi, Jaksa Turki akan berada terpisah dengan tim gabungan.

Pihak Saudi belum memberikan keterangan yang jelas tentang nasib Jamal Khashoggi, sementara beberapa negara  seperti Turki, AS dan Inggris terus mendesak untuk memberikan klarifikasi. (Red: Muchlishon)