::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Tiga Strategi Kemnaker Kuatkan SDM Indonesia di Era Digital

Ahad, 14 Oktober 2018 01:15 Nasional

Bagikan

Tiga Strategi Kemnaker Kuatkan SDM Indonesia di Era Digital
Jakarta, NU Online
Memasuki era ekonomi digital pemanfaatan dan penguasaan teknologi merupakan salah satu indikator kemajuan negara yang memiliki sumber daya manusia (SDM) yang kuat. Untuk memperkuat SDM Indonesia di era digital, Kementerian Ketenagakerjaan mengambil sejumlah langkah strategis.

"Ada tiga hal yang perlu dilakukan penguatan terhadap SDM Indonesia di era digitalisasi ini yaitu penguatan kompetensi, penguatan dan konsisten terhadap nilai dan budaya bangsa, dan jangan pernah lelah mencintai Indonesia" kata Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri dalam seminar  Navigating Indonesia Program di Jakarta, Sabtu (13/10).

Dalam sambutannya  yang dibacakan Plt Irjen Kemnaker Estiarty Haryani, Menaker Hanif mengatakan peningkatan kompetensi SDM dilakukan melalui pendidikan dan pelatihan. Orientasi program serta kurikulum pendidikan dan pelatihan vokasi harus diubah untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi sebagai entrepreneur society atau employee competent berbasis teknologi informasi.

"Lembaga-lembaga vokasi, harus adaptif terhadap perubahan dunia kerja dengan melakukan  perubahan, 'lompatan-lompatan' kurikulum yang sesuai dengan kondisi saat ini," kata  Hanif.

Strategi kedua adalah penguatan nilai-nilai yang bersumber dari ajaran agama dan keanekaragaman budaya yang merupakan identitas nasional atau kepribadian bangsa. Nilai tersebut harus menjadi dasar perilaku setiap individu dalam upaya membangun bangsa dan negara.

"Perilaku yang bersumber dari nilai-nilai dan budaya harus tetap dikedepankan, karena jika tidak justru era digital akan membuat kemunduran pada diri manusia yang berbudi luhur," kata Hanif.

Strategi ketiga adalah menguatkan rasa cinta setiap warga negara kepada bangsa dan negaranya dengan segala aspek keberagaman di Indonesia. Sikap kecintaan terhadap Indonesia dapat dicerminkan melalui penggunaan bahasa dan tutur kata, penggunaan produk dalam negeri, dan lebih menonjolkan kepribadian bangsa Indonesia.

"Saya yakin dengan ketiga hal yang saya sebutkan di atas, akan mengantarkan SDM atau tenaga kerja Indonesia memiliki daya saing (vompetitiveness) yang kuat dan menghantarkan bangsa Indonesia menjadi bangsa yang bermartabat," pungkas Hanif. (Red: Kendi Setiawan)