::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

PBNU Berharap Insiden Pembakaran Bendera HTI Jadi Pelajaran Bersama

Kamis, 25 Oktober 2018 15:15 Nasional

Bagikan

PBNU Berharap Insiden Pembakaran Bendera HTI Jadi Pelajaran Bersama
Ketua PBNU KH Said Aqil Siroj (tengah).
Jakarta, NU Online
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) berharap insiden pembakaran terhadap bendera organisasi yang terlarang, Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di Garut, Senin (22/10) lalu menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak.

“Mari kita ambil hikmahnya. Jadikan pembelajaran yang mahal bagi kita semua,” kata Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Kamis (25/10).

Bagi lulusan Universitas Ummul Quro Mekkah, Arab Saudi itu, persoalan yang telah terjadi tidak perlu diperluas lagi demi menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Mari kita utamakan, kita dahulukan keselamatan republik Indonesia,” ajaknya.

Ke depan, ia berharap semua pihak bersatu dalam hal kebaikan dan menjauhi perilaku yang mengarah pada permusuhan dan kehancuran.

“Mari kita bergandengan tangan untuk hal positif. Jangan bergandengan tangan, berkelompok, bersatu, tapi untuk kehancuran dan permusuhan,” ucapnya.

NU sendiri, sambung Kiai Said, selalu berkomitmen menjaga empat pilar kebangsaan, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Sebaliknya, NU menolak kelompok radikal dan teroris.

“NU akan selalu komitmen dengan empat pilar. Nasionalisme, Pancasila tidak akan bergeser sedikitpun. Dan kami menolak kekerasan, radikalisme, apalagi terorisme atau kelompok yang tujuannya adalah terror dan radikal,” ucapnya. (Husni Sahal/Zunus)