::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Sekjen PBNU: Ormas Tanpa Media, Tinggal Nunggu Jadi Fosil

Kamis, 01 November 2018 22:45 Nasional

Bagikan

Sekjen PBNU: Ormas Tanpa Media, Tinggal Nunggu Jadi Fosil
Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini
Jakarta, NU Online 
Sekretaris Jenderal PBNU Helmy Faishal Zaini menegaskan di era digital ini agar lembaga-lembaga NU aktif mengabarkan kegiatannya di media sosial. Karena melalui media itu, NU akan kelihatan eksistensinya di mata warganet. 

“Ormas yang tak menggunakan sosmed tinggal tunggu menjadi fosil,” tegasnya pada Rapat Koordinasi Khusus (Rakorsus) Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) dan Lembaga Penanggulangan Bencana dan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) terkait Program NU Peduli di Lombok dan Sulawesi Tengah, di Gedung PBNU, Jakarta, Kamis (1/11). 

Menurut data survei, lanjutnya, pada tahun 2017, hampir separuh penduduk Indonesia menggunakan telepon seluler yang terhubung ke jaringan internet. Pada tahun 2018 jumlahnya bertambah 11 juta atau 54 persen dari seluruh jumlah penduduk Indonesia. 

“Trennya naik. Mungkin 7 tahun lagi menjadi 79 persen,” tambah pria asal Cirebon, Jawa Barat. 

Terkait strategisnya media, khususnya media sosial, mantan aktivis Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) ini meminta Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) lebih aktif untuk berjejaring. 

Sebagai lembaga Penggalangan dana, sambungnya, LAZISNU bisa melakukannya lewat media sosial. Juga bisa menggunakan cara-cara lama yaitu door to door.

Sekjen menegaskan, LAZISNU merupakan salah satu tulang punggung dalam organisasi NU karena merupakan tulang punggung organisasi. Karena upaya-upaya penggalangan dana ini bisa menjadi salah satu khidmah NU kepada umat dan bangsa Indonesia. 

Ia mengapresiasi warga NU dan pesantren yang telah berhasil dalam upaya seperti itu, misalnya PCNU Sragen dan Pondok Pesantren Sidogiri. (Abdullah Alawi)