::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Kecuali Jumat, Otoritas India Larang Muslim Shalat di Taj Mahal

Rabu, 07 November 2018 17:30 Internasional

Bagikan

Kecuali Jumat, Otoritas India Larang Muslim Shalat di Taj Mahal
Foto: tajmahal.gov.in
Agra, NU Online
Umat Islam India setiap harinya tidak bisa lagi melaksanakan shalat di masjid yang ada di area Taj Mahal. Pasalnya, Lembaga Survei Arkeologi India (ASI) melarang Muslim untuk menunaikan shalat di masjid tersebut sehari-harinya, kecuali hari Jumat. 

ASI mengklaim, larangan tersebut merupakan implementasi dari putusan Mahkamah Pengadilan India pada Juli lalu. Putusan tersebut berbunyi pemerintah setempat melarang Muslim bukan warga setempat untuk shalat pada Jumat di masjid Taj Mahal dengan alasan keamanan.

Sebelum ada larangan ini, baik Muslim penduduk setempat atau bukan diperbolehkan untuk shalat kapan saja –tidak hanya Jumat- di masjid Taj Mahal. Namun, yang bukan penduduk setempat harus membayar tiket masuk Taj Mahal.

Sejak putusan itu diterapkan, penduduk setempat tetap diizinkan untuk menunaikan shalat pada Jumat siang hingga pukul dua sore tanpa membayar tiket masuk atau gratis. Meski demikian, dilaporkan Times of India, Senin (5/11), ada pengunjung yang sudah membeli tiket masih bisa mengunjungi masjid tersebut dan melaksanakan salat di dalamnya.

“Shalat hanya dapat dilaksanakan (di masjid di area Taj Mahal) pada hari Jumat, dan itu juga hanya oleh penduduk setempat,” kata Arkeolog superintending ASI, Vasant Swarankar.

Tidak hanya itu, ASI juga mengeluarkan larangan lainnya. Yakni menutup keran air wudhu di area masjid Taj Mahal pada hari Ahad. Larangan-larangan itu tentu saja membuat pengunjung Muslim kecewa.

Presiden Komite Taj Mahal Syed Ibrahim Hussain Zaidi mengatakan, tidak ada alasan untuk menghentikan Muslim untuk shalat di masjid, sebuah ritual keagamaan yang dijalankan dari dulu hingga sekarang. 

Zaidi menuduh, baik pemerintah pusat atau pun pemerintah daerah India anti terhadap Muslim. Zaidi mengaku akan beretemu ASI untuk membahas larangan-larangan itu.

Pada Januari 2018 lalu, pemerintah distrik Agra telah melarang orang bukan warga setempat shalat Jumat di masjid di area Taj Mahal. Larangan ini didasarkan pada banyaknya warga non-India yang memasuki komplek Taj Mahal dengan dalih shalat. (Red: Muchlishon)