::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Jalan Kaki, Banser Kirim Bantuan ke Daerah Terisolir Akibat Longsor

Kamis, 08 November 2018 20:00 Daerah

Bagikan

Jalan Kaki, Banser Kirim Bantuan ke Daerah Terisolir Akibat Longsor
Banser

Tasikmalaya, NU Online
Tanah longsor yang terjadi di Kecamatan Culamega Kabupaten Tasikmalaya berdampak pada terputusnya akses jalan yang menghubungkan antara desa. Salah satunya Desa Bojongsari Kecamatan Culamega Kabupaten Tasikmalaya.

Desa Bojongsari kini sulit dijangkau karena jalannya tertimbun material tanah longsor. Akibatnya tempat pengungsian warga di Kampung Cikondang Desa Bojongsari itu hanya bisa dilalui dengan jalan kaki sehingga penyaluran bantuan pun terhambat. Desa itu pun kini terisolir.

Karena kondisi demikian ini, Relawan Barisan Ansor Serbaguna (BANSER) Kabupaten Tasikmalaya harus berjalan kaki melewati pegunungan, sungai sungai kecil, bebatuan dan tumpukan tanah yang menutup jalanan.


Kasetma Banser Kabupaten Tasikmalaya Zamzam Zamakhsari mengatakan, dirinya bersama tim penyalur bantuan dari Ansor harus berjalan kaki sekitar tujuh kilo meter dengan jalur yang sangat terjal seperti pegunungan, bebatuan, sungai dan tanah yang menutupi jalanan.

“Kami memarkir mobil di kampung bojong kemudian memaksakan diri naik motor sekitar lima kilo meter dan jalan kaki sejauh tujuh kilo jadi kira kira dari jalan yang bisa diakses mobil  ke tempat pengungsian hampir 12 kilo meter,” ungkap Zamzam.

Ketua PC GP Ansor Kabupaten Tasikmalaya Asep Muslim menuturkan karena jalurnya terhalang, tidak ada cara lain selain jalan kaki. Kendaraan baik sepeda motor ataupun mobil tidak bisa sampai ke lokasi

“Namun kami pada Hari Rabu (7/11) Alhamdulillah bisa menyalurkan bantuan kesana,” katanya.

Bantuan yang dikirim yakni berupa terpal untuk tenda darurat, obat obatan, mie instan, makanan ringan, pampers bayi dan pakaian bekas. Barang barang itu semua adalah titipan dari para donatur yang ikhlas berbagi dengan para korban longsor.


Saat ini warga terpaksa harus bertahan mengungsi di bawah tenda darurat pinggir sawah tanpa adanya saluran listrik.

“Kondisinya pun sangat memprihatinkan ketika melihat balita dan ibu hamil berlindung dari hujan di pengungsian seperti ini,” terang asep.

Saat ini warga, menurut asep, sangat berharap diterjunkannya alat berat untuk bisa membersihkan material longsor yang menutupi akses jalan.

“Selama belum dibersihkan maka jalan akan tertutup dan bantuan akan sulit disalurkan,” pungkasnya. (Husni Mubarok/Muhammad Faizin)