::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Teras Kiai Said akan Bahas Ijtihad Politik NU

Jumat, 09 November 2018 16:00 Nasional

Bagikan

Teras Kiai Said akan Bahas Ijtihad Politik NU
Jakarta, NU Online
Komunitas diskusi Teras Kiai Said kembali akan menggelar tadarus pemikiran Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj. Diskusi akan dilaksanakan di Pesantren Luhur Al-Tsaqafah, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Sabtu malam (10/11), pukul 20:00 sampai dengan selesai.

Panitia menghadirkan tiga narasumber, yakni Ketua Lakpesdam PBNU H Rumadi Ahmad, Peneliti LIPI Amin Mudzakkir dan Sejarawan Erwin Kusuma untuk membicarakan tentang 'Membaca Ijtihad Politik NU'.

"Tema Membaca Ijtihad Politik NU ini sengaja kami angkat karena kita sering dibuat kagum dengan ijtihad politik kebangsaan NU yang selalu berorientasi jauh kedepan untuk kemaslahatan bangsa dan negara," kata Ketua Panitia, Ahmad Nizar Idris, kepada NU Online melalui sambungan telepon, Jumat (9/11).

Nizar pun menyebut beberapa contoh tentang ijtihad politik kebangsaan NU, seperti KH Abdul Wahid Hasyim yang menerima penghapusan tujuh kata dalam piagam Jakarta 'Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya' dan keputusan KH Abdul Wahab Hasbullah berkoalisi dengan Sukarno beserta Nasakomnya.

"Masih banyak lagi Ijtihad Politik kebangsaan yang selalu lahir dari rahim NU," ucapnya.

Tujuan dari diskusi ini sendiri, sambungnya, untuk memperoleh pandangan Ijtihad Politik Kebangsaan NU dari masa ke masa, khususnya NU di bawah kepemimpinan Kiai Said.

"Kiai Said dengan Ijtihad-ijtihadnya berusaha menjadikan NU sebagai wasilah untuk menjaga stabilitas negara dari gempuran dan rongrongan gerakan dan paham Islam Transnasional, namun masih banyak yang belum mampu membaca arah Ijtihad Politik Kebangsaan Kiai Said," jelasnya. (Husni Sahal/Abdullah Alawi)