::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

ADVERTORIAL

Serahkan pada Ahlinya

Kamis, 15 November 2018 12:30 Ngobrolin Duit

Bagikan

Serahkan pada Ahlinya
Serahkan pada Ahlinya
Berserah diri kepadaNya dan menyerahkan segala urusan pada ahlinya akan membuat kita tenang. Apalagi untuk sesuatu yang paling berharga dalam hidup kita. Contoh sederhana seperti memperbaiki kendaraan serahkan kepada bengkel, anak sakit dibawa ke dokter, atau merencanakan perjalanan ibadah sudah pasti kita memilih agen travel yang sudah terpercaya. Nabi Muhammad SAW bersabda:

Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Sinan] telah menceritakan kepada kami [Fulaih bin Sulaiman] telah menceritakan kepada kami [Hilal bin Ali] dari ['Atho' bin yasar] dari [Abu Hurairah] radhilayyahu'anhu mengatakan; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Jika amanat telah disia-siakan, tunggu saja kehancuran terjadi." Ada seorang sahabat bertanya; 'bagaimana maksud amanat disia-siakan?' Nabi menjawab; "Jika urusan diserahkan bukan kepada ahlinya, maka tunggulah kehancuran itu." Hadits Bukhari Nomor 6015.

Sama halnya dengan urusan uang, mempercayakan uang kita untuk dikelola oleh orang lain melalui tawaran investasi jelas kita butuh kepercayaan lebih. Karena selain imbal hasil, pengalaman, keahlian dan keamanan harus tetap menjadi prioritas, agar kita yakin bahwa modal yang kita titipkan dikelola oleh ahlinya.

Diantara beragam pilihan investasi, investasi di pasar modal melalui reksadana sudah menjadi pilihan banyak orang sebagai wadah untuk mengelola dan membantu memaksimalkan potensi modal investor. Lalu bagaimana reksadana dikelola, apakah sesuai syariah, siapa pengelolanya dan apakah aman dari praktik yang tidak sesuai syariah?

Reksadana, simpel!
Reksadana itu wadah investasi bersama bagi ribuan investor yang ingin memaksimalkan modal yang dimiliki dengan berinvestasi di pasar modal. Karena pilihan investasi di pasar modal banyak sekali, ada ratusan saham dan obligasi pemerintah dan perusahaan yang beredar, butuh pengetahuan yang cukup agar mampu memilih saham dan obligasi yang tepat.

Nah, lewat reksadana proses memilih saham dan obligasi dibuat lebih simple dan diserahkan kepada para ahli yang memiliki pengetahuan, keahlian dan pengalaman yang mumpuni. Lalu siapakah dia?

Manajer Investasi, kenalan yuk!
Adalah perusahaan yang diberikan amanat sebagai wakil dari Investor untuk mengelola modal investor yang terkumpul, untuk diinvestasikan pada instrumen pasar modal seperti saham, obligasi dan intrumen pasar uang. Pengelolaan dilakukan dengan harapan dapat memberikan imbal hasil bagi para investornya. Pemberian amanat ini tidak sembarangan, karena ditetapkan melalui peraturan yang diterbitkan oleh Otoritas Jasa Keuangan selaku pengawas industri keuangan di Indonesia.

Lalu untuk manajer investasi yang ingin mengelola investasi reksa dana berbasis syariah mereka harus memiliki  Unit Pengelolaan Syariah (UPIS) dan Dewan Pengawas Syariah (DPS). Saat ini manajer investasi yang sudah memiliki tim lengkap UPIS dan DPS salah satunya PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI).

Dengan kekuatan tim yang dimiliki, alhmadulillah PT MAMI diberikan kepercayaan oleh para investor syariah sehingga menjadi manajer investasi dengan asset kelolaan syariah terbesar di industri reksadana Indonesia.

Dengan adanya OJK dan manajer investasi, apakah modal investor sudah dirasa aman?

Bank Kustodian, bukan bank biasa.
Agar keamanan modal investor makin terjamin, maka modal investor disimpan, dicatat dan diawasi penggunaannya oleh bank custodian supaya sesuai dengan produk reksadana yang dipilih oleh investor. Selain itu modal para investor reksadana tidak tercatat sebagai kekayaan manajer investasi maupun bank kustodian, sehingga ketika salah satu dari mereka menghentikan operasinya, OJK bisa langsung menunjuk manajer investasi atau bank kustodian lain untuk melanjutkan pengelolaan modal investor yang terkumpul.

Karena menjaga amanat, harta benda, keluarga, dan diri sendiri adalah kewajiban yang diberikan Allah SWT sebagai Maha Pemberi. Walau usaha kita akan tetap ditentukan oleh qada dan qadar-Nya. Dengan mempercayakan apapun kepada seseorang yang punya keahlian dan kemampuan adalah bentuk rasa syukur kepadaNya dan kepatuhan kepada Sunah Nabi Muhammad SAW.