::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

PCNU Kabupaten Bandung Barat Dilantik dan Resmikan Kantor

Kamis, 15 November 2018 23:23 Daerah

Bagikan

PCNU Kabupaten Bandung Barat Dilantik dan Resmikan Kantor
Bandung Barat, NU Online 
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Bandung Barat (KBB) dilantik oleh Ketua PWNU Jawa Barat KH Hasan Nuri Hidayatullah, di halaman kantor PCNU yang baru selesai dibangun, di Jalan GA Manulang, Padalarang, Kamis (15/11) sore.

PCNU KBB periode 2018-2023 dipimpin KH Aa Maulana di rais syuriyah dan Agus Mulyadi di tanfidziyah. Keduanya terpilih memimpin pada Konferensi Cabang yang berlangsung dua bulan yang lalu.    

Selepas pelantikan, Agus Mulyadi mengatakan tekadnya yang akan membawa jam’iyah kepada tingkat yang lebih baik. Ia bersama pengurus lain akan mengembangkan potensi yang ada, seperti pendidikan dan perekonomian. 

Untuk melaksanakan tekad itu, ia akan memulai dengan konsolidasi organisasi ke dalam struktur NU yang baru dilantik dengan memperkuat silaturahim. 

“Kekompakan pengurus itu penting. Dengan menjaga silaturahim sesama pengurus akan terjalin kesatuan dalam mencapai tujuan bersama,” katanya. 

Sementara KH Hasan Nuri Hidayatullah menegaskan agar PCNU seluruh Jawa Barat, khususnya KBB agar meningkatkan kinerja untuk khidmah kepada umat. Untuk mendorong itu, pihaknya akan mengadakan PCNU Award dengan kriteri-kriteria yang akan diinformasikan lebih lanjut. 

Menurut dia, PCNU Award akan diumumkan pemenangnya pada harlah NU mendatang, yaitu pada bulan Januari. 

“Untuk program tersebut, PWNU Jawa Barat akan menghibahkan bantuan ke tiap-tiap PCNU,” katanya. 

Selepas itu, Katib Syuriyah PBNU KH Mujib Qulyubi meresmikan Gedung PCNU KBB dengan prosesi gunting pita di pintu utama gedung dua lantai itu. (Abdullah Alawi)