::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Perayaan Maulid Nabi di Sejumlah Negara

Jumat, 16 November 2018 17:30 Internasional

Bagikan

Perayaan Maulid Nabi di Sejumlah Negara
Perayaan Maulid Nabi di Karachi, Pakistan. Foto: yenisafak
Jakarta, NU Online
Hari lahir Nabi Muhammad saw. atau dikenal dengan Maulid Nabi diperingati umat Muslim di banyak negara di dunia setiap tahunnya. Beberapa negara yang mayoritas penduduknya Muslim menjadikan Maulid Nabi –yang jatuh pada 12 Rabi’ul Awwal- sebagai hari libur bersama seperti Indonesia, Turki, Malaysia, Bangladesh, dan lainnya.  

Perayaan Maulid Nabi merupakan wujud cinta dan rindu akan Nabi Muhammad saw. Juga sebagai ajakan kepada umat Islam untuk mengingat kembali ajaran dan perjuangan Nabi Muhammad saw.

Dalam praktiknya, perayaan Maulid Nabi sudah dilaksanakan sejak ratusan bahkan ribuan tahun yang lalu. Sehingga Maulid Nabi sudah mendarah daging dan menjadi tradisi umat Muslim di banyak negara.  Umat Muslim di seluruh dunia memiliki cara yang berbeda-beda dalam merayakan Maulid Nabi, tergantung dari mana mereka berasal dan tradisi yang sudah turun-temurun.

Pada era sekarang, Maulid Nabi hampir diselenggarakan di semua negara Muslim atau pun negara-negara yang memiliki populasi Muslim cukup signifikan seperti Kanada, Amerika, India, Inggris, Prancis, dan lainnya. 

Dikutip dari berbagai sumber, berikut adalah perayaan Maulid Nabi yang diselenggarakan di banyak negara di dunia:

Brunei Darussalam

Kesultanan Brunei memiliki tradisi yang sudah turun-temurun dalam memperingati Maulid Nabi. Berbagai macam kegiatan keagamaan diselenggarakan untuk memeriahkan Maulid Nabi. Sementara, puncak dari kegiatan Maulid Nabi adalah acara “Perarakan Agung.” Kebawa Duli Yang Maha Mulia Paduka Seri Baginda Sultan Haji Hassanal Bolqiah Mu’izzadin Waddaulah Sultan yang Di-Pertuan Negara Brunei Darussalam memimpin langsung acara tersebut.

Pada acara Pararakan Agung, Sultan dan kelompok masyarakat Brunei berjalan menyusuri seluruh kota kota Bandar Seri Begawan sepanjang 4,3 km. Sambil mengenakan pakaian yang menarik, mereka melantunkan shalawat sepanjang jalan. Menariknya, acara Pararakan Agung ini dinilai oleh dewan juri. Pasukan atau kelompok yang menarik akan mendapatkan penghargaan.

Sementara malam sebelum perayaan puncak tersebut, digelar pembacaan rawi Maulid Syaraful Anam di Istana Nurul Iman. Sebagaimana dikutip laman asiaone.com, acara Pararakan Agung diikuti oleh puluhan ribu orang (12.000 orang pada 2015). Tidak hanya itu, banyak turis yang tertarik untuk melihat perayaan Maulid Nabi di ibu kota Brunei.  

Malaysia

Perayaan Maulid Nabi di Malaysia tidak jauh berbeda dengan yang ada di Indonesia. Ada pengajian akbar, pembacaan manakib Nabi, dan lain sebagainya. Sama seperti di Indonesia, Maulid Nabi adalah hari libur di Malaysia. Sekolah, kantor, pemerintahan tutup.

Australia 

Umat Muslim di Australia bukan lah mayoritas. Meski demikian, Muslim Australia sangat meriah manakala menyambut hari lahir Nabi Muhammad. Pada puncak perayaan Maulid Nabi, Darul Fatwa, MUI-nya Australia, menggelar acara bertemakan ‘Multicultural Mawlid’ di Olympic Sports Centre Sydney.  

Dalam acara tersebut, umat Muslim Australia melantunkan shalawat, menyimak bacaan Al-Qur’an, mendengarkan lagu-lagu Islami, kemudian ditutup dengan ceramah keagamaan. Ada juga pementasan drama kehidupan Nabi Muhammad dan para sahabatnya. Acara ini juga menjadi ajang silaturahim antar umat Muslim yang asal dan budayanya berbeda-beda.

Dikutip dari laman darulfatwa.org, acara Maulid Nabi yang diinisiasi Darul Fatwa di Sydney pada 2017 lalu dihadiri hingga 4000 ribu orang dari ras, komunitas, dan asal usul negara yang berbeda.

Rusia

Di Rusia, perayaan Maulid Nabi merupakan salah satu sarana untuk mensyiarkan agama Islam, khususnya kepada kalangan non-Muslim Rusia. Maulid Nabi di Rusia juga menjadi ajang silaturahim antar umat Islam di sana.

Perayaan Maulid Nabi di Rusia juga diisi dengan pembacaan kasidah dan puisi pujian untuk Nabi Muhammad, pengajian, pameran kaligrafi, peluncuran kitab-kitab keislaman yang diterjemahkan ke dalam bahasa Rusia, dan pengenalan beberapa organisasi Islam di Rusia.  

Sebagaimana yang dilaporkan Azmi Muharom, Sekjen PCINU Federasi Rusia dan Negara-Negara Eropa Utara dalam videonya yang diunggah di YouTube 11 Desember 2016, perayaan Maulid Nabi di Masjid Katedral Moskow bahkan dihadiri 2000 jamaah dari Dagestan, Chechen, Uzbek, Azerbaijan, Tajikistan dan lainnya. Pada acara tersebut, mereka juga berbagi cerita tentang tradisi shalawat masing-masing.

Mesir

Perayaan Maulid Nabi di Mesir sangat meriah. Berbagai macam acara dan kegiatan keagamaan seperti pembacaan kasidah nabi, festival film dan lagu, festival shalawat dan dzikir digelar untuk memperingati hari lahir Nabi Muhammad. Salah satunya yang menarik adalah pawai tarekat. Para imam dan pengikut tarekat, dengan pakaian khas masing-masing, menyusuri jalan-jalan. Bahkan ada aliran tarekat yang menampilkan gerakan-gerakan akrobatik, seperti debus di Indonesia. Ada juga yang menunggang kuda.

Warga Mesir juga memiliki tradisi unik saat perayaan Maulid Nabi. Salah satunya adalah boneka gula (Arouset El-Moulid) dan permen gula berbentuk sultan di atas kuda. Sebagaimana diberitakan egypttoday, Permen Maulid yang terbuar dari pistachio, kacang almond, dan gula ini merupakan salah satu jajan rutin warga Mesir dalam perayaan Maulid Nabi.

Turki

Umat Muslim Turki menyelenggarakan perayaan Maulid Nabi di masjid-masjid. Mereka berbondong-bondong ke masjid untuk berdoa dan membaca pujian-pujian untuk Nabi Muhammad saw. Kegiatan-kegiatan keagamaan juga diselenggarakan di beberapa masjid seperti Masjid Istanbul, Ankara, Bursa, Edirne, Gaziantep, Hatay, Konya, Hakkari dan Sanliurfa.

Dikutip laman yenisafak, sementara pada malam Maulid Nabi, Muslim Turki melaksanakan shalat dan membaca Al-Qur’an di rumah masing-masing atau masjid. Sama seperti di Indonesia, Maulid Nabi di Turki adalah hari libur nasional. 

Pakistan

Di Pakistan, perayaan Maulid Nabi diselenggarakan begitu meriah. Bendera nasional dikibarkan pada semua bangunan publik utama, fasilitas pemerintah, non-pemerintah, masjid dan bahkan rumah tangga dihias dengan begitu indah dan diterangi dengan lampu warna-warni pada malam hari.

Pada perayaan Maulid Nabi, Konferensi Seerat diselenggarakan di tingkat federal dan provinsi. Pada forum ini, para cendekiawan agama dan intelektual datang dan menjelaskan kehidupan, perkataan, ajaran, dan filosofi Nabi Muhammad. 

Kegiatan lomba menulis puisi pujian Nabi (Naat) dan lomba baca Al-Qur’an juga diselenggarakan untuk memeriahkan hari lahir Nabi Muhammad. Sebagaimana diberitakan timeanddate, banyak juga orang yang bersedekah dalam perayaan Maulid Nabi. Makanan dan permen didistribusikan kepada orang miskin, anak yatim, dan janda tidak mampu. 

Mereka juga menggelar shalat dan pengajian di masjid-masjid. Mereka juga menyelenggarakan semacam pawai Maulid Nabi di kota-kota besar di Pakistan. (Red: Muchlishon)