::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Kemenag Lakukan Penelitian Pengembangan Al-Qur’an Digital

Sabtu, 17 November 2018 22:45 Nasional

Bagikan

Kemenag Lakukan Penelitian Pengembangan Al-Qur’an Digital
Foto: Kemenag.go.id
Jakarta, NU Online 
Kementerian Agama Republik Indonesia terus melakukan pengembangan Al-Qur’an digital. Generasi pertama Al-Qur’an digital Kemenag dirilis pada 2016. Dua tahun berikutnya, Kemenag melakukan revisi dan update aplikasi ini. Sehingga, secara tampilan lebih menarik dan lebih ringan.

Untuk memetakan respon publik, Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ) melakukan penelitian terhadap masyarakat terkait penggunaan Al-Qur’an digital versi Kemenag. 

"Penelitian ini berusaha memotret kecenderungan masyarakat dalam menggunakan Al-Qur’an digital versi Kemenag. Sehingga, kita bisa menghadirkan apa yang dibutuhkan oleh masyarakat, bukan seperti yang kita inginkan," ungkap Kepala LPMQ Kemenag Muchlis Hanafi pada Seminar Hasil Penelitian Preferensi Masyarakat dalam Penggunaan Al-Qur’an digital, di Jakarta, Kamis (15/11) sebagaimana diberitakan Kemenag.go.id.

Menurut Muchlis, keinginan kuat untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat tidak cukup jalan sendiri. "Kita harus bersinergi dengan Kominfo untuk pengembangan Al-Qur’an digital ini," ungkapnya.

Temuan penelitian ini mengungkapkan bahwa keberadaan Al-Qur’an digital sangat dibutuhkan masyarakat dalam mendukung aktivitas keagamaan maupun non-keagamaan. Masyarakat juga menghendaki produk Al-Qur’an digital memiliki fitur serta konten yang lengkap, tapi tidak memberatkan kapasitas ponsel pintar. 

Hasil penelitian ini dibahas sejumlah narasumber, yaitu: Guru Besar Unindra Mulyani Nurhadi, Kepala Badan Pelatihan dan Pengembangan TIK Kemkominfo Nusirwan, Kepala Bidang Pengkajian Al-Qur’an Abdul Aziz Sidqi.

Nusirwan misalnya, menyatakan bahwa pengembangan aplikasi juga harus diiringi penguatan konten, regulasi, dan teknologi. "Kuatkan infrastruktur, regulasi, dan SDM," ungkap Nusirwan.

Acara dihadiri 75 undangan yang terdiri dari unsur perguruan tinggi Al-Qur’an, pusat studi Al-Qur’an, termasuk pengembang Al-Qur’an digital. (Red: Abdullah Alawi)