::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Mahasiswa Seharusnya Menolak Jadi Agen Berita Hoaks

Ahad, 18 November 2018 13:00 Daerah

Bagikan

Mahasiswa Seharusnya Menolak Jadi Agen Berita Hoaks
Kegiatan sosialisasi pemilu di Unisnu Jepara
Jepara, NU Online
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jepara, Jawa Tengah Subchan Zuhri mengapresiasi ajakan mahasiswa Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara atas penolakan terhadap isu SARA dan tidak menyebarkan hoaks. 

Subchan kepada NU Online, Sabtu (17/11) menjelaskan, mahasiswa merupakan agen perubahan dengan berpikir cerdas dan kritis terhadap persoalan yang ada. “Tidak menjadi agen berita hoaks, karena mahasiswa sangat rentan dengan berita hoaks dengan mudahnya menyebarkan di media sosial,” imbuhnya.

“Mari sukseskan Pemilu 2019 dengan menolak hoaks, menolak SARA, dan menolak politik uang,” tegasnya.

Pihaknya juga mengajak mahasiswa untuk berkonstribusi positif di Pemilu 2019 mendatang, caranya dengan terlibat dalam setiap tahapan pemilu. 

Dikatakan, selama ini sebagian mahasiswa hanya tahu tahapan pemilu saat mencoblos surat suara saja. Padahal, tahapan pemilu meliputi pemutakhiran pemilih, pencalonan, kampanye, masa tenang, pemungutan suara, perhitungan suara, rekapitulasi suara, dan penetapan calon terpilih. 

KPU Kabupaten Jepara mengajak mahasiswa mengecek nama mereka sudah masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) atau belum. “Caranya melalui handphone, semuanya sudah pakai Android. Buka aplikasinya dan masukan NIK. Nanti akan muncul terdaftar di TPS berapa dan di desa mana,” paparnya.

Subchan menambahan mahasiswa juga bisa berkontribusi menjadi anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). Rencananya KPU Kabupaten Jepara akan membuka rekrutmen anggota KPPS pada Maret mendatang. 

Pada Pemilu 2019 mendatang di Kabupaten Jepara ada 3.285 TPS. Setiap TPS membutuhkan 7 anggota KPPS. 
Sehingga kebutuhannya mencapai 22.995 anggota. Bagi yang ingin bisa kembali ke kampung halamannya untuk mendaftar menjadi anggota KPPS. 

“Diharapkan mahasiswa bisa aktif mengikuti tahapan pemilu. Di tahun mendatang akan memilih Presiden, DPR RI, DPD, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten,” paparnya.

Sementara itu, Ketua KPU Mahasiswa Unisnu Jepara, Najih mengucapkan terima kasih kepada KPU Kabupaten Jepara karena sudah memfasilitasi sosialisasi Pemilu 2019 dan Debat Kandidat Calon Presiden BEM yang berlangsung Selasa (13/11) sore. 

Periode ini ada 2 calon presiden dan wakil presiden BEM Unisnu. Yaitu, calon nomor 1 Khoirul Ma'arif dan Khabib Aminudin. Untuk calon nomor 2 M Sahal Fikri dan Atika Dwi Cahyani.  Dua pasangan calon presiden Badan Ekseskutif Mahasiswa (BEM) Unisnu Jepara menyatakan menolak politik uang di Pemilu 2019 mendatang. 

Penolakan juga diikuti ratusan mahasiswa Jepara saat mengikuti Sosialisasi Pemilu 2019 dan Debat Kandidat Calon Presiden BEM di depan Rektorat Unisnu Jepara. Selanjutnya pemilihan Presiden BEM Unisnu dilaksanakan Senin (19/11) besok. (Syaiful Mustaqim/Muiz)