::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

NU Jabar Award untuk Potret Potensi dan Picu Prestasi PCNU

Jumat, 30 November 2018 04:00 Halaqoh

Bagikan

NU Jabar Award untuk Potret Potensi dan Picu Prestasi PCNU
NU di Jawa pada tahun-tahun awal berdiri, sekitar tahun 1930-an, terbilang maju. Usaha-usaha kesehatan, pendidikan, sosial dan peranan untuk perempuan sudah dimulai secara struktural. Pada tahun 1941 NU Bandung telah memiliki poliklinik. Tahun 1933 NU Tasikmalaya punya Al-Mawaidz, dan lain-lain.  

Namun, Ketua Umum PBNU 1999-2010 almaghfurlah KH Hasyim Muzadi pernah mengatakan bahwa NU Jawa Barat merupakan NU ashabul kahfi. Artinya NU yang terlalu lama tertidur. 
 
Di bawah kepemipinan KH Ajengan Nuh Addawami sebagai rais syuriyah dan KH Hasan Nuri Hidayatullah sebagai Ketua PWNU berusaha membangkitkan kembali NU Jawa Barat di berbagai lini. 

Akhir tahun ini, NU Jawa Barat mengadakan NU Jabar Award. Pemenangnya akan diberi anugerah pada harlah NU pada Januari tahun depan. 

Untuk mengetahui apa dan bagaimana NU Jabar Award, Abdullah Alawi dari NU Onlinenya berhasil mewawancarai ketua panitinya, Kiagus Zaenal Mubarok yang merupakan Wakil Ketua PWNU Jabar.     

Apa saja kriteria penilaian NU Jabar Award itu? 

Yaitu bidang administrasi dan kelembagaan, sumber daya manusia, kaderisasi, program dan pelaksanaannya, publikasi dan penerbitan, aset dan inventarisasi, unit usaha, kemandirian dalam pendanaan.   

Apa sebetulnya yang ingin dicapai dari NU Jabar Award ini? 

Dengan adanya NU Jabar Award ini justru ingin memotret potensi dan prestasi masing-masing PCNU kabupaten dan kota di Jabar dengan Instrumen penilaian yang standar berdasarkan parameter akademik yang bisa dipertanggungjawabkan. Sehingga PCNU mempunyai target yang mudah dicapai berdasarkan kriteria yang sama.

Bagaimana jika PCNU tidak terpacu dengan kriteria itu?

Sebelum diadakan NU Jabar Award ini kita sudah sosialisasikan sebagai kegiatan praNU Jabar Award ini ketika diadakan Kirab Resolusi Jihad Hari Santri Nasional kemarin dmn Delegasi Kirab dari PWNU Jabar berkeliling ke seluruh 27 PCNU seJabar, dari pantauan PWNU semya sudah mengetahui dan antusias dengann diadakan NU Jabar Award ini sebagai langkah silaturahim dan monitoring ke daerah.

Panitia telah mengundang seluruh PCNU se-Jabar untuk mendapatkan arahan dari rais dan ketua tentang kebijakan umum PWNU Jabar dan instrumen penilaian dari panitia. Dengan instrumen tersebut seluruh PCNU melakukan dulu penilaian diri mereka sendiri tentang jam'iyyah, lembaga, dan banomnya. Selanjutnya akan dilakukan monitoring dan visitasi ke masing-masing PCNU dalam tempo sebulan. Di akhir Desember 2018 sudah bisa dilakukan penetapan juara 1,2,3, dan harapan dari PCNU seluruh Jabar.

Bertolak dari NU Jabar Award, agenda terbesar atau cita-cita NU Jawa Barat dalam 5 atau 10 tahun yang akan datang bagaimana?

Secara simultan ketika diadakan NU Jabar Award ini, PWNU Jabar akan membangun Operation Room di Kantor PWNU yang berisi Sistem Informasi Manajemen dan Sistem Database secara digital sehingga seluruh aktivitas PWNU akan didukung oleh infrastruktur teknologi yang akan mengintegrasikan seluruh aktivitas PWNU dan PCNU yang bisa mengantisipasi seluruh problem dan tantangan jama'ah dan jam'iyyah di Jawa Barat secara akurat dan modern. 

Sehingga 5 sampai 10 tahun ke depan akan NU jabar akan siap secara kultural, sosial, maupun teknologis (cultural, social, and technological preparedness) menghadapi problem dan tantangan dakwah secara luwes sesuai dengan nilai almuhaafadlatu 'alaa qadliimish shalih wal akhdu bil jadiidil ashlah...

Tantangan terbesar NU Jawa Barat hari ini apa?

Tantangan masyarakat Jawa Barat sekarang secara umum yang dihadapi jam'iyyah NU adalah menghadapi ekses perubahan-ekses sosial yang timbul dari berubahnya masyarakat agraris menjadi masyarakat industri, sehingga terjadi perubahan perilaku yang instan dalam berbagai dimensinya, termasuk sikap dan perilaku beragama yang instan di kalangan masyarakat. Dengan perubahan perilaku yang instan ini terjadilah sikap dan perilaku beragama yang intoleran, radikal dan ekstrem di masyarakat. Inilah tantangan dakwah NU dalam menghadapi perubahan-perubahan sosial yang kompleks di Jawa Barat ini.

Untuk NU Jabar Award apa stimulan yang diberikan kepada PCNU?

PWNU Jabar memberikan stimulan kepada seluruh PCNU se-Jabar sebagai bantuan operasional kegiatan, sehingga dengan stimulan tersebut akan memberikan dorongan aktvitas PCNU secara dinamik. Sehingga tidak ada alasan bagi PCNU untuk tidak melakukan apa-apa  seperti yang dikhawatirkan tadi.

Oh ya, bisa cerita bagaimana PWNU Jabar di pundak kepemimpinan KH Hasan Nuri Hidayatullah (Ketua PWNU) Ajengan KH Nuh Addawami (Rais Syuriyah)?

Yang dilakukan Gus Hasan dan Ajengan Nuh yang dirasakan adalah pada awal masa khidmahnya adalah memperkuat basis jam'iyyah yang kuat dan saling mengisi antara sepuh yang jernih dan bijak dengan Gus Hasan yang muda dan luas jaringannya sehingga ini menjadi kekuatan NU Jabar yang dapat mengantisipasi berbagai persoalan dan tantangan NU Jabar, di antaranya ketika menhhadapi Pemilukada di Jabar, mengambilalih Uninus, harakah ekonomi di kalangan masyarakat (Kimonu-Kios Modern NU, BMT Syariah) dan sebagainya.