::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

SMK Manbaul Huda Jombang Pameran Hasil Olahan Limbah Kayu

Rabu, 28 November 2018 23:00 Daerah

Bagikan

SMK Manbaul Huda Jombang Pameran Hasil Olahan Limbah Kayu
SMK Jombang pameran olahan limbah kayu di Jatim Great Expo
Jombang, NU Online
SMK Mini Jatim Great Expo 2018 digelar Dinas Pendidikan (Dindik) Provinsi Jawa Timur (Jatim) di JX International Convention Exhibition Surabaya selama tiga hari, mulai Selasa sampai Kamis (27-29/11). Kegiatan ini dimeriahkan oleh sejumlah produk siswa-siswi SMK di Jatim.

Salah satu peserta pameran adalah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Mambaul Huda Genukwatu, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang. SMK yang berbasis pesantren ini mengunggulkan produk ukiran dari limbah kayu jati.

Kepala SMK Mambaul Huda Sholihur Rosyid mengungkapkan, limbah kayu jati tentu menjadi barang berharga setelah diolah dan dipoles dengan sebaik mungkin. Diakuinya, siswa-siswi di sekolahnya sudah sejak lama menekuni olahan limbah kayu tersebut.

"Kami memanfaatkan limbah kayu jati yang biasa dibuat kayu bakar. Harganya Rp1 juta tiap truk, tapi kalau sudah kami ukir satu batang bisa sampai Rp100 ribu," ucapnya, Rabu (28/11). 

Keberadaan program SMK Mini menurut dia juga menjadi jembatan bagi siswa-siswi atau santri untuk semakin mengembangkan keterampilannya. "Melalui program ini kemudian mereka memiliki pilihan untuk berwirausaha," jelasnya.

Pria yang juga Pengasuh Pesantren Manbaul Huda Genukwatu ini memaparkan, produk ukiran yang dihasilkan sejumlah siswa-siswinya juga telah dipasarkan melalui online, sehingga bisa merambah ke berbagai kota. "Mulai dari tulisan hingga kaligrafi ini juga mulai dipasarkan secara online," ucapnya.

Ia menambahkan, keterampilan siswa-siswinya akan terus ia tingkatkan dengan bantuan alat-alat yang memadai. Beberapa alat diakui dia telah disiapkan. "Kami ada bengkel usaha yang bisa dimanfaatkan untuk membuat produk ini bagi yang sudah tuntas SMK Mininya. Jadi tetap kami wadahi kalau mau membuat produk," pungkasnya. (Syamsul Arifin/Muiz)