::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Kemenag Ungkap Upaya Kementeriannya Jaga Ketahanan Keluarga

Kamis, 29 November 2018 18:00 Daerah

Bagikan

Kemenag Ungkap Upaya Kementeriannya Jaga Ketahanan Keluarga
Jakarta, NU Online
Direktur Jenderal Bimas Islam Kementerian Agama Muhammadiyah Amin mengungkapkan upaya kementeriannya dalam menjaga ketahanan keluarga.

"Ketahanan keluarga merupakan modal terhadap ketahan nasional,"kata Muhammadiyah pada acara Pengarusutamaan Gender Pendewasaan Usia Perkawinan. Kegiatan dilakukan di Auditorium HM Rasyidi, Kementerian Agama Jakarta Pusat, Kamis (29/11).

Ia menyebut beberapa program terkait, seperti Bimbingan Perkawinan yang diluncurkan pada Agustus 2017. Selain itu, Kementerian Agama juga membuat modulnya yang diberikan kepada seluruh calon pengantin secara gratis.

"Jadi kalau ada adik-adikku, baik laki-laki maupun perempuan sebelum mendaftar nikah diberikan bimbingan selama dua har, delapan jam delapan jam," ucapnya.

Ia juga menceritakan kepada peserta tentang kunjungan Menteri Agama H Lukman Hakim Saifuddin ke KH Hasyim Muzadi.

Menurutnya, pertemuan keduanya membahas tentang kasus yang pernah menimpa Yuyun, perempuan dari Bengkulu, yang diperkosa oleh Sembilan orang dan meninggal. Lalu Kiai Hasyim mengingatkan Lukman tentang program ketahanan keluarga.

"Karena rapuhnya keluarga itu menyebabkan rapuhnya negara," ucapnya.

Selain program Bimbingan Perkawinan, Kementerian Agama juga baru saja meluncurkan kartu nikah. Keberadaan kartu nikah sangat dibutuhkan seperti saat menghadapi persoalan administrasi pembuatan paspor.

"Ini (kartu nikah) sangat bermanfaat bahkan dapat menghapus perkawinan anak di bawah umur karena di sini terdapat foto dan tanggal," jelasnya. (Husni Sahal/Abdullah Alawi)